Kembali Turunkan Harga BBM, Ini Penjelasan Shell

Lifestyle - Anisatul Umah , CNBC Indonesia
14 February 2020 11:36
Kembali Turunkan Harga BBM, Ini Penjelasan Shell Foto: Shell Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bahan bakar minyak (BBM) oktan tinggi dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Shell kembali ada penyesuaian. Sempat naik hampir dua pekan lalu, kini harga BBM untuk oktan 90 dan ke atas kembali turun. 

Menanggapi hal ini VP External Relations Shell Rhea Sianipar mengatakan soal bisnis SPBU pihaknya memperhitungkan banyak faktor, seperti pilihan pasar dan kinerja perusahaan. "Kami terus menyediakan BBM yang aman dan berkualitas tinggi bagi pelanggan kami di Indonesia," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis malam, (14/02/2020). 

Lebih lanjut dirinya mengatakan pihaknya akan terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan mengenai harga BBM. "Dan kami terus berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait hal ini," imbuhnya. 


Harga Bahan Bakar baru ini berlaku efektif per 13 Februari 2020. Berikut adalah daftarnya; 

Shell Reguler RON 90 dari Rp 10.000 jadi Rp 9.075
Shell Super RON 92 dari Rp 10.250 jadi Rp 9.125
Shell V Power RON 95 dari Rp 11.700 jadi Rp 9.650 



Shell melakukan penyesuaian harga di tanggal 22 Januari lalu, dan membuat harganya tembus ke angka Rp 10.000 per liter. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat memangil 2 SPBU asing yakni Shell dan Total soal harga BBM yang dijual di pasaran selama dua pekan terakhir. 

Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan dua SPBU asing tersebut telah mendatangi kantor kementerian dan menghadap direktur hilir untuk membahas dan menjelaskan soal kenaikan harga BBM mereka. 

"Udah, saya gak tahu, yang panggil direktur," ujar Ego saat dijumpai di Semarang, Jumat (07/2/2020).

Hasil dari pertemuan tersebut, kata Ego, kementerian menekankan bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan soal formula harga BBM untuk melindungi masyarakat. Meskipun yang dijual oleh SPBU asing itu adalah BBM non subsidi, namun tetap harus diikuti. 

"Aturan itu, selama belum dicabut ya semua badan usaha harus mengikuti apalagi sekarang turun (harga minyak) dan rupiah menguat, kira-kira itu," jelas Ego.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading