Film Joker 2019 Jadi Kontroversi, Mampukah Tembus Box Office?

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar , CNBC Indonesia
04 October 2019 11:22
Film Joker 2019 Jadi Kontroversi, Mampukah Tembus Box Office? Foto: Film Joker (Niko Tavernise/Warner Bros. Pictures via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Joker memang badut yang penuh misteri dan kontroversi. Dibanjiri pujian sekaligus kritik, film ini juga sulit diterka apakah bisa menjadi box office seperti film-film superhero lainnya.

Yah, memang sih Joker bukan jagoan tapi karakter antagonis yang diangkat oleh DC. Namun, musuh Batman paling legendaris ini memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar. Apalagi setelah Heath Ledger memerankannya pada 2008 lalu di film The Dark Knight.




Kali ini, Joker 2019 diperankan oleh Joaquin Phoenix yang ceritanya memicu pro dan kontra. Sejak tayang di festival Venice, banyak yang memuji namun banyak juga yang mengkritik karena dinilai terlalu mengglorifikasi aksi kejahatan massal dengan berdasar pengalaman masa lalu.

Joaquin Phoenix menjadi aktor yang terpilih untuk memerankan Arthur Fleck, seorang komedian yang gagal dan kemudian menjadi bos kejahatan terkenal dan pembunuh berantai kota Gotham.

Dari sisi omzet, beberapa analis memperkirakan di akhir pekan ini film Joker setidaknya bisa tembus US$ 50 juta atau Rp 706 miliar. Ada juga yang memprediksi bisa dua kali lipat. Film produksi Warner Bros itu memiliki peringkat 72% pada Rotten Tomatoes.

Film Joker 2019 Jadi Kontroversi, Mampukah Tembus Box Office?Foto: Joker (Niko Tavernise/Warner Bros. Pictures via AP)


Beberapa orang memuji cerita dan arahan Todd Phillips, itu dan banyak pertanyaan apakah film tersebut menggambarkan pembunuhan massal, secara tidak sengaja atau dapat menggambarkan Joker sebagai tokoh yang heroik atau inspirasional.



Adapun yang lain bertanya-tanya apakah penggemar dari buku komik itu telah mendukung film superhero yang penuh aksi di masa lalu atau akan tertarik pada karakter yang lebih tenang.

"Saya berharap penggemar muncul dan datang ke bioskop. Sudah ada permintaan selama lebih dari 11 tahun untuk melihat Joker seperti itu lagi di layar," kata Shawn Robbins, kepala analis di Boxoffice.com, dikutip dari CNBC Internasional. 

"Faktor X yang lebih besar adalah bagaimana nasib film ini setelah para penggemar datang menonton," kata Robbins, mencatat bahwa jika penggemar tidak menyukai film itu penurunan besar bisa terlihat dalam penjualan tiket selama minggu kedua di bioskop.

Robbins memperkirakan Joker bisa memiliki US$ 80 juta lebih di akhir pekan pembukaan dan bisa melengserkan Venom sebagai film terlaris tertinggi yang pernah dirilis pada bulan Oktober.

"Saya tidak melihat akhir pekan pembukaan bisa tembus US$ 100 juta. Ini bukan film superhero," kata Paul Dergarabedian, analis media senior di Comscore.

Dergarabedian mencatat bahwa Joker bukan film penuh aksi dan lebih kepadathriller psikologis dan gambaran karakter. Oleh karena itu, film ini mungkin tidak memiliki akhir pekan pembukaan seperti film komik berbasis buku lainnya.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading