Selain Hillary Lasut, Ini Anggota DPR Generasi Z Lainnya

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
01 October 2019 16:16
Selain Hillary Lasut, Ini Anggota DPR Generasi Z Lainnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Ternyata, terdapat tiga generasi Z yang menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2014. Ketiganya diketahui masih berusia 23 tahun.

Pertama adalah Hillary Brigita Lasut, yang tadi didapuk sebagai pimpinan DPR sementara karena berusia paling muda dari 575 anggota yang dilantik hari ini.




Perempuan kelahiran Manado 22 Mei 1996 ini diketahui merupakan putri dari Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut, yang juga terpilih untuk memimpin daerahnya itu untuk periode 2019-2024. Sebelum menjadi Bupati Talaud, Elly merupakan Bupati Minahasa Tenggara di 2008-2013.

Selain Hillary Lasut, Ini Anggota DPR Generasi Z LainnyaFoto: Hillary Brigitta Lasut dari Partai NasDem. (Dok Pribadi)


Selain Hillary, terdapat dua anggota lagi yang berusia sama dengannya dan masuk dalam kategori generasi Z. Mereka adalah M. Rahul dari fraksi Gerindra dan Farah Putri Natalia dari PAN.

Lahir pada 2 Januari 1996, Farah bukan berasal dari keluarga politisi atau kepala daerah. Dikutip dari detikcom, kedua orang tuanya merupakan Brigjen Pol M. Fadil Imran dan Ina Adiati yang masing-masing berasal dari Makassar dan Palembang.

Farah yang lahir di Semarang dan melalui masa remajanya di Jakarta, oleh Partai Amanat Nasional (PAN) ditempatkan di Dapil IX (Subang, Majalengka, Sumedang) Jawa Barat.

Selain Hillary Lasut, Ini Anggota DPR Generasi Z LainnyaFoto: Farah Putri Nahlia, politisi milenial di Senayan (Foto: Screenshot 20detik/detikcom)


Menariknya, hanya dalam tempo setahun dia melakukan sosialisasi di tiga kabupaten tersebut, Farah berhasil meraih suara tertinggi, 113.263 suara. Jumlah ini menggungguli dua politisi senior yang menjadi pesaingnya, yakni Letjen TB Hasanudin dari PDIP (104 ribuan) dan KH Maman Imanulhaq dari PKB (58 ribuan).

"Sejujurnya enggak nyangka. Saya memang ada target lolos, tapi tidak dengan raihan suara sebanyak itu," kata Farah.



Soal pilihannya menjadi politisi lewat PAN, dia menyebut keluarga besarnya yang banyak aktif di Muhammadiyah sebagai salah satu penyebabnya.

"Kami punya ikatan emosional dengan PAN karena nenek aktif di Muhammadiyah," ujarnya.

Bersama rekan-rekan sebayanya di DPR, Farah berjanji akan bekerja sebaik mungkin untuk memperbaiki citra dan kinerja DPR ke depan. "Setidaknya saya mulai dari diri sendiri deh. Saya tidak akan merusak karir dan masa depan yang masih panjang," ujar Farah.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading