Ternyata Centro Tutup Bukan karena Mall Sepi, Ini Buktinya!

Lifestyle - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
16 April 2019 07:30
Ternyata Centro Tutup Bukan karena Mall Sepi, Ini Buktinya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Ternyata fenomena penutupan sejumlah department store beberapa waktu lalu bukan disebabkan oleh jumlah pengunjung mall di Jakarta yang semakin berkurang. Pasalnya beberapa lahan yang telah ditinggalkan oleh department store sudah ditempati oleh tenant lain.

Contohnya saja Solaria, GoWork, Wall Street English, dan Busaba yang saat ini sudah mengisi lahan yang semula ditempati oleh Metro di Pacific Place Mall. Artinya, mall masih memiliki daya tarik bagi pelanggan meskipun e-commerce dan pembayaran digital telah memudahkan orang untuk berbelanja secara online.

Tutupnya sejumlah tenant diyakini karena kurang cocok dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Karena sesungguhnya daya tarik utama mall adalah fasilitas restoran, hiburan, dan fast fashion, menurut konsultan Jones Lang LaSalle (JLL).




Sebagai informasi, fast fashion merupakan konsep toko pakaian ritel yang dapat berganti model dengan sangat cepat, contohnya H&M dan Zara.

Pada kuartal I-2019, penyerapan bersih mall memang tercatat negatif 20.200 meter persegi (sqm). Tapi itu bukan karena permintaan yang menurun, melainkan adanya kejadian penutupan sejumlah department store. Perlu waktu untuk pergantian antara tenant.

Sumber: JLL


Selain itu, minimnya pembangunan mall di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir membuat ketersediaan lahan baru juga tidak banyak meningkat. Alhasil, pergantian tenant mall akan berdampak signifikan terhadap penyerapan bersih mall. Penyerapan bersih merupakan selisih antara luas ruangan yang baru disewa dengan luas ruangan yang ditinggalkan dalam periode waktu tertentu.

Hal itu jugalah yang menyebabkan sejak tahun 2018 penyerapan bersih mall tercatat jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata penyerapan bersih periode 2015-2017 adalah sebesar 56.000 sqm, sedangkan pada periode 2008-2012 mencapai 173.000 sqm.

Biaya Sewa Properti Mall, Sumber:JLL


Bukti lain yang memperlihatkan performa mall masih cukup tinggi adalah biaya sewa yang semakin meningkat. Pada kuartal I-2019, biaya sewa mall untuk setiap 1 sqm adalah Rp 530.000/bulan atau naik 1,1% dibanding sebelumnya. Itu menandakan bahwa permintaan dari tenant masih terus meningkat karena potensi penjualan yang masih cukup tinggi.



Namun pada tahun 2019, tingkat hunian diprediksi akan turun menjadi kurang dari 90% karena adanya mall baru seperti Pondok Indah Mall 3. Tingkat hunian masih tetap akan terus turun hingga tahun 2021 sebelum akhirnya kembali menanjak.

Sejumlah mall baru seperti AEON Mall Southgate, Holland Village, dan Puri Indah Mall 2 diprediksi akan menambah ketersediaan lahan sepanjang periode 2020-2021. Dengan demikian, proyeksi pasar properti mall masih stabil menurut JLL.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(taa/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading