Digandeng CT Buat Lahirkan I-Pop, Siapa SM Entertainment?

Lifestyle - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
21 February 2019 20:20
Digandeng CT Buat Lahirkan I-Pop, Siapa SM Entertainment?
Jakarta, CNBC Indonesia- CT Corp, lewat anak usahan PT Trans Media (Corpora), meneken kerja sama dengan SM Entertainment untuk melahirkan I-Pop.

Lewat kerja sama ini mereka membentuk Joint Venture yang fokus pada 4 bidang usaha strategis, yakni; talent management, produksi konten, digital, dan gaya hiburan (life style).

Digandeng CT Buat Lahirkan I-Pop, Siapa SM Entertainment?Foto: Kolaborasi Rossa dengan Lee Teuk Super Junior (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)





"Joint Venture ini melalui proses yang panjang, tentu kita berharap JV ini bisa beri manfaat yang baik bagi kedua negara khususnya bidang kreatif ekonomi," ujar Chairman CT Corp Chairul Tanjung, saat menyaksikan penandatanganan kerja sama di Grand Hyatt, Kamis (21/2/2019).

CT memiliki harapan besar dengan kerja sama ini, yakni melahirkan bintang-bintang muda berbakat nasional untuk diangkat di pentas mancanegara.

Lantas, mengapa memilih SM Entertainment? Bagaimana rekam jejak perusahaan tersebut?

Didirikan oleh Lee So Man pada 1995, SM Entertainment adalah salah satu rumah produksi atau pabrik Kpop terbesar di Korea Selatan. SM dikenal sebagai penggagas rumah produksi dengan sistem perekrutan artis Kpop yang terstruktur. Mereka memburu bakat-bakat muda lewat seleksi, lalu tahap training atau pelatihan, produksi, dan management system.

Ibarat pabrik, mereka mencari bahan mentah, dijahit dan dibentuk, sebelum akhirnya siap dijual ke pasar. Dari rumah produksi ini lahir penyanyi kenamaan yang mendunia yakni; BoA, DBSK/TVXQ, Super Junior, ShiNee, EXO, SNSD, Red Velvet, dan lainnya.

Digandeng CT Buat Lahirkan I-Pop, Siapa SM Entertainment?Foto: courtesy Super Junior


Bukan cuma mempromosikan artis mereka di dalam negeri, SM merupakan pendobrak yang memperkenalkan Kpop ke pentas dunia, mulai dari 1997. Pertama mereka fokus di Asia, dan hingga akhirnya menjejakkan kaki ke Amerika dan Eropa

Di Korea, SM sendiri sudah menjadi perusahaan terbuka yang melantai di bursa efek. Tahun 2018 lalu bisa dibilang tahun bangkitnya SM Entertainment, setelah sempat lesu di 2017. Berdasar laporan keuangan yang dipublikasikan di situsnya, hingga kuartal III 2018, SM membukukan laba bersih sebanyak 22,6 Miliar Won atau setara Rp 282 miliar.

Meroketnya pendapatan SM Entertainment ini didorong sejumlah aksi merger dan akuisisi korporasi. Aksi yang jadi sorotan pasar adalah saat SM mengakuisisi 25% saham Keyeast Entertainment, dan menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan yang didirikan oleh aktor Bae Yong Joon tersebut. 

Pemegang saham terbanyak di perusahaan ini masih dikuasai oleh Lee So Man 19,07%, lalu Badan Pensiun Nasional 8,79%, Mirae Asset 5,15%, Alibaba 3,78%, dan lainnya 63,2%.

Saksikan video Lee Teuk Super Junior menyapa dalam bahasa Indonesia di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]



(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading