Saat Studio Mengincar Superhero Kelas B Demi Box Office

Lifestyle - Lynda Hasibuan , CNBC Indonesia
14 January 2019 16:47
Saat Studio Mengincar Superhero Kelas B Demi Box Office Foto: Aquaman (Ist)
Jakarta, CNBC Indonesia- Para superhero yang dulu dipandang sebelah mata dan hanya ada di kelas B atau C, kini justru dilirik rumah-rumah produksi untuk hasilkan film box office.

Contoh terbaru adalah Aquaman yang digarap oleh DC Entertaintment, yang bisa meraup keuntungan sekitar US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun.

Saat Studio Mengincar Superhero Kelas B Demi Box OfficeFoto: Aquaman (Ist)





Bahkan belum ada sebulan Aquaman ditayangkan sudah masuk jajaran box-office global. Ini sama halnya dengan Black Panther karya Marvel Cinematic Universe yang mencapai puncak kejayaannya pada tahun 2018. 

Secara bersamaan, kedua film tersebut telah menggarisbawahi bagaimana gelombang film-film superhero berikutnya terus dibentuk kembali oleh para pahlawan yang kurang dikenal dan beresonansi dengan penonton, dalam proses menjadi pelopor genre di masa depan.

Berikutnya juga akan hadir karakter yang sebelumnya tidak terlalu dikenal seperti Captain Marvel dan Shazam, mereka akan tayang dan menciptakan waralaba sendiri.

Dalam kasus raja dan prajurit Wakanda dan penguasa Atlantik, strategi itu tampaknya memberikan keuntungan besar bagi studio mereka. Namun, itu bisa jadi risiko jika penonton bioskop lebih terbiasa dengan nama-nama mencolok seperti Superman, Captain America dan Wonder Woman, tidak bergeser untuk melihat daftar B.

Aquaman adalah tren yang mendorong Hollywood mengambil karakter relatif kurang terkenal, lalu memproduksi film sendiri dan diminati. Bahkan tanpa kehadiran Batman atau Man of Steel, Aquaman telah menarik hampir US$ 300 juta di Amerika, dan menjadi blockbuster yang disertifikasi di luar negeri hingga US$ 700 juta.

Ini memicu DC pada film Shazam yang akan hadir pada bulan April, yang didasarkan pada karakter komik seorang anak laki-laki yang dapat mengubah dirinya menjadi sosok seperti dewa. Film ini mendapat sambutan positif dari penonton.

Dengan semakin banyak film yang diproduksi yang terdiri dari karakter yang relatif tidak dikenal, Paul Dergarabedian, analis media senior di Comscore mengatakan kepada CNBC Make It, bahwa pendekatan pahlawan super kurang dikenal memungkinkan studio untuk menciptakan pengalaman sinematik lebih segar.

"Pahlawan yang kurang dikenal dapat memberikan pengalaman sinematik yang paling menarik, segar dan mereka tidak membawa beban karena harus hidup dengan mistik dan mitologi saudara-saudara mereka yang lebih terkenal," kata Paul, sebagaimana dilansir dari CNBC Make It, Senin (14/1/2019).

Teori itu akan diuji pada bulan Maret, ketika Marvel mulai mendebut Captain Marvel dimana penonton mulai memburu seluruh tiket presale. Tiket untuk film tersebut, juga menarik perhatian pemenang Penghargaan Academy Brie Larson dimana tiket itu mulai dijual Rabu menjelang rilis 8 Maret. Dalam 24 jam pertama, Captain Marvel melampaui presales Captain America: Civil War di 2016.

Saat Studio Mengincar Superhero Kelas B Demi Box OfficeFoto: REUTERS/Mario Anzuoni


Dalam kanon buku komik, Captain Marvel (alias Carol Danvers) adalah anggota The Avengers, skuad superhero yang menampilkan Thor, Iron Man, dan Captain America/

Sementara Captain Marvel secara langsung terkait dengan franchise film "Avengers", Marvel membuat pertaruhan strategis dengan memperkenalkannya dalam usaha solonya sendiri, alih-alih dengan sebuah ensemble yang telah menghasilkan miliaran di box office.

Dengan mengingat hal itu, Mike Avila, editor kontributor Syfy Wire, mengatakan bahwa karakter penting bagi beberapa pahlawan komik. Contoh dari ini adalah dua film Marvel Guardians of the Galaxy yang keduanya menghasilkan hingga US$ 700 juta di seluruh dunia.

Dua puluh menit menjadi 'Guardians' atau Aquaman dan terutama 'Iron Man,' tidak ada yang memikirkan tempat mereka dalam hierarki buku komik. Film-film itu  bekerja karena para penggemar membuat koneksi, kata Avila, yang juga menulis sebuah buku tentang pembuatan Aquaman.

"Pahlawan berprofil lebih rendah memungkinkan kebebasan kreatif yang lebih besar diambil, karena tidak sedalam atau dikenal sebagai latar belakang Batman," ucap Avila.

Sebaliknya, beberapa orang berpikir kesuksesan booming dari jagat raya Marvel yang saling berhubungan mungkin menciptakan peluang bagi para pahlawan daftar B dan C untuk berkembang.

Syila Avila setuju,  bahwa ketika studio tidak terbebani oleh puluhan tahun kesinambungan dan keakraban, Anda memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk mengambil peluang. Dan sejarah baru-baru ini menunjukkan bahwa film-film superhero yang mengambil risiko, menuai hasilnya.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading