Internasional

Kurangi Polusi, Ratusan Tuk-tuk Listrik Mengaspal di Thailand

Lifestyle - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
10 August 2018 17:55
Sebuah perusahaan ingin mengubah cara kerja tuk-tuk dengan mengembangkan versi yang menggunakan listrik 100%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Becak motor atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuk-tuk adalah salah satu elemen pelengkap yang mewarnai jalanan di Bangkok, ibu kota Thailand.

Kini, sebuah perusahaan ingin mengubah cara kerja kendaraan kecil ini dengan mengembangkan versi yang menggunakan listrik 100%.

Keuntungan lingkungan dari perubahan ini bisa dipertimbangkan, menurut Michel Hublet yang menjabat sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran di Tuk Tuk Factory.


"Kami mengkalkulasi sekitar empat ton CO2 [karbon dioksida] per tahun dihasilkan oleh satu unit tuk-tuk berbahan bakar bensin," katanya kepada CNBC International. "Kami memiliki 20.000 tuk-tuk yang beroperasi di Thailand, jadi jumlahnya nyaris 100.000 ton CO2 [...] yang diproduksi oleh tuk-tuk itu."


Di seluruh dunia, sejumlah bisnis-bisnis besar berinvestasi di infrastruktur kendaraan listrik. Misalnya di akhir bulan Juni, raksasa minyak BP mengatakan pihaknya sudah memasuki sebuah kesepakatan pembelian bisnis pengisian daya kendaran listrik Chargemaster.

Di bulan Januari, BP menyuntikkan dana US$5 juta (Rp 72,4 miliar) di FreeWire Technologies, sebuah perusahaan yang memproduksi sistem pengisian daya ponsel untuk EVs.

Di Thailand, Tuk Tuk Factory telah memproduksi e-tuk sejak tahun 2011, di samping kendaraan kargo, limusin, dan vending yang tersedia bagi para konsumen.

Dennis Harte adalah pendiri perusahaan itu. Dia mengatakan kendaraan pertama yang dibuat oleh bisnisnya didesain untuk pasar Barat, dengan tuk-tuk yang terjual di Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Australia. Dengan beberapa adaptasi, bisnis ini sudah mulai menjual kendaraannya ke pasar Thailand.

"Jalannya akan bertahap, tetapi sekarang ada kemauan nyata untuk mengembangkan mobilitas listrik di Thailand," kata Hublet. "Kami sudah memiliki dua proyek: satu di Chiang Mai untuk 450 tuk-tuk dan ada satu proyek lain, yang lebih menyasar resor dan hotel, untuk sekitar 100 tuk-tuk."
Artikel Selanjutnya

Sensasi Raja Thailand, Karantina di Jerman & Bawa 20 Selir


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading