Liputan Khusus

Jadi Pesaing Tanah Abang, Ini Awal Mula Pasar Tasik

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
20 May 2018 13:28
Jadi Pesaing Tanah Abang, Ini Awal Mula Pasar Tasik
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua bulan lalu, keberadaan Pasar Tasik sempat menjadi polemik di ibu kota. Ratusan pedagang datang, lalu berpindah-pindah lahan untuk berjualan. Sebenarnya bagaimana awal mula Pasar Tasik di Jakarta?

Tidak ada yang tahu pasti, tapi Pasar Tasik sudah ada di Jakarta sejak 2005.

"Waktu itu sedang ada pembangunan Thamrin City, tapi belum jadi. Tiap Senin - Kamis jalan di sekitar Waduk Melati ditutup untuk pasar kaget, jualan baju muslim sama kerudung," ujar Tuti, seorang warga Kebon Melati yang jadi pelanggan setia pasar Tasik hingga saat ini.


[Gambas:Video CNBC]

Waduk Melati ini lokasinya persis di sebelah pusat belanja Thamrin City. Menurut Tuti yang juga warga sekitar, Pasar Tasik saat itu buka mulai dari jam 4 pagi sampai jam 12 siang. Begitu Thamrin City selesai dibangun, pedagang pun berbondong-bondong hijrah ke dalam gedung.

Cerita Tuti ini diamini oleh Tita Pratama selaku TM Seller Thamrin City. Tita mengatakan para pedagang pasar Tasik dulunya menjajakan dagangannya di pinggir Waduk Melati pelataran Thamrin City dan berjualan pada Senin dan Kamis mulai pukul 4 pagi hingga 1 siang.

Selama beberapa tahun berdagang akhirnya para pedagang dapat pindah ke Thamrin City. Namun, tidak semua pedagang mau pindah, sebagian ada yang memilih berjualan di Tanah Abang karena beranggapan Tanah Abang lebih terkenal.


Namun sejak tahun 2012, para pedagang mulai memenuhi lantai khusus pasar Tasik yang disediakan pengelola di lantai 3 A dan 5. Meski disebut Pasar Tasik saat ini pedagang sudah bercampur dengan pedagang dari kota lain, seperti Padang.

Tidak ada yang membedakan antara pedagang Pasar Tasik dan pedagang lain di Thamrin City. Rata-rata mereka menjajakan busana muslim dan hijab dengan model kekinian. Harganya juga sama, kisaran Rp 35 ribu hingga ratusan ribu rupiah.


"Jadi kenapa disebut Pasar Tasik karena dulunya pedagangnya dari Tasikmalaya jadi dari jam 4 pagi mereka sudah di sini. Dahulu jualannya Senin dan Kamis sekarang hampir setiap hari cuma sekarang bukan lagi mayoritas orang Tasik tapi orang Padang," ujar Tita. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading