Setelah Kopi, Coca-Cola Produksi Minuman Beralkohol

Lifestyle - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
08 March 2018 15:38
Minuman beralkohol milik Coca cola ini akan diberi nama Chu-Hi. Terdiri dari minuman suling Jepang shochu, air mineral dan perasa.
Jakarta, CNBC Indonesia - Coca-cola kembali mengambangkan varian produk non-soda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Coca-cola memproduksi minuman beralkohol dengan menggandeng produsen minuman keras (liquor) kalengan Jepang.

Produsen minuman ini akan melakukan uji coba penjualan minuman kalengan milik ini di Jepang. Minuman beralkohol milik Coca cola ini akan diberi nama Chu-Hi. Terdiri dari minuman suling Jepang shochu, air mineral dan perasa.

"Hal ini unik dalam sejarah kami. Coca-Cola selama ini selalu berfokus pada minuman non-alkohol, dan hal ini merupakan percobaan sederhana di sebagian kecil pasar kami," ujar Jorge Garduno, Presiden Coca-Cola Jepang, seperti diberitakan di website perusahaan dan dilansir CNBC, Kamis (8/3/2018).


Jepang merupakan pasar yang sangat kompetitif, tambah Garduno, dimana Coca-Cola meluncurkan 100 produk dalam satu tahun di negara mata hari terbit ini. "Percobaan (membuat produk baru) hampir seperti kebiasaan yang dilakukan setiap hari disini. Anda tidak boleh gagal di balik pesatnya siklus produksi di Jepang," ujarnya.

Dilansir dari CNBC, minuman soda Coca-cola hanya memenuhi 25% dari keseluruhan produk sejenis yang di jual di Jepang pada tahun 2016, sementara minuman teh secara keseluruhan mencapai penjualan 27% di tahun yang sama.

Coca-Cola juga memiliki Georgia Coffee di Jepang, yang disebut-sebut sebagai minuman kopi kalengan paling laris di dunia, dengan pendapatan dari penjualan tahunan lebih dari US$1 miliar. Negara ini memiliki sertifikasi bernama Food for Specified Health Uses (FOSHU), yang bertujuan memeriksa kandungan gizi dalam makanan dan minuman agar mencukupi kebutuhan tubuh dan cocok bagi penduduknya yang banyak mulai menua. Coca-Cola Plus telah disertifikasi FOSHU pada tahun 2017.

Di postingan blog, EVP pemasaran dan bisnis baru untuk Coca-Cola Jepang, Khalil Younes, mengatakan meminum minuman tertentu pada momen tertentu sudah seperti tradisi di Jepang, dibanding negara lainnya. Misalnya, orang-orang akan meminum teh hijau saat memakan sushi, dan meminum teh oolong saat memakan makanan China yang lebih berlemak.

Chu-Hi sepertinya tidak akan di jual di negara lain karena produksinya diperuntukan bagi konsumen di pasar minuman Jepang. "Saat banyak pasar yang menjadi lebih seperti Jepang, saya rasa budaya disini masih sangat unik dan spesial, jadi banyak produk yang diciptakan disini hanya akan dijual disini," ujar Garduno.
(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading