Pendapatan Film Black Panther Mendekati Rp 2,9 Triliun

Lifestyle - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
19 February 2018 13:08
Pendapatan Black Panther juga terus melaju menuju US$218 juta (Rp 2,9 triliun) selama libur panjang akhir pekan dalam rangka Hari Presiden.
  • Black Panther diestimasi memperoleh US$ 192 juta atau senilai Rp 2,6 triliun di seluruh bioskop AS pada hari Jumat (16/2/2018) sampai Minggu (18/2/2018), mencatatkan rekor terbaru untuk film yang rilis di bulan Februari.
  • Film tersebut saat ini mengincar pembukaan sebesar US$ 200 juta (Rp 2,7 triliun) selama libur panjang akhir pekan dalam rangka Hari Presiden.
  • Black Panther dengan mudah mengungguli tokoh pahlawan super lain seperti Iron Man, Superman dan Batman.
Jakarta, CNBC Indonesia – Film Black Panther karya Disney dan Marvel Studios langsung menduduki peringkat kelima dalam pembukaan film terbaik di Amerika Serikat (AS). Pencapaian ini melampaui prediksi berbagai pengamat.

Film tunggal pertama yang menampilkan sosok pahlawan super asal Afrika dari Marvel ini diestimasi memperoleh US$192 juta (Rp 2,6 triliun) dari hari Jumat (16/2/2018) sampai Minggu (18/2/2018), mengungguli film pahlawan super serupa seperti Iron Man, Batman dan Superman.

Pendapatan Black Panther juga terus melaju menuju US$218 juta (Rp 2,9 triliun) selama libur panjang akhir pekan dalam rangka Hari Presiden yang jatuh pada hari Senin (19/2/2018). Jumlah tersebut akan mengungguli rekor pendapatan film pada pembukaan sebesar US$152,2 juta (2 triliun) selama akhir pekan yang dipecahkan oleh film Deadpool produksi Twentieth Century Fox di tahun 2016.


“Black Panther membuka jalan untuk narasi baru dengan mendobrak berbagai batasan dan gagasan kuno dari tampilan film pahlawan super yang layak secara komersial dan menarik masyarakat,” kata Paul Dergarabedian, analis media senior di comScore seperti dikutip CNBC.


“Pesan film tersebut bahkan menjadi lebih kuat karena disampaikan di dalam pengalaman menonton yang sangat menghibur. Hal ini akan terus menggema selama berminggu-minggu sembari percakapan di media sosial dibangun dan dolar untuk box office terus bergulir.”

Di dalam dunia sinematik Marvel, hanya “Avengers Marvel” yang mencatatkan debut Amerika Utara yang lebih baik. Film Black Panther adalah seri ke-18 dalam rangkaian film pahlawan super Marvel yang saling berkaitan, tetapi ada energi terbaru yang disuntikkan ke dalam film ini.

Disutradarai oleh pembuat film keturunan Afrika-Amerika bernama Ryan Coogler, Black Panther adalah film Marvel pertama yang menampilkan dominasi pemain berkulit hitam serta cerita yang menyorot budaya Afrika. Film tersebut dibintangi oleh Chadwick Boseman sebagai T’Challa, pemimpin dan pelindung negara fiksi Wakanda.

Film itu menghasilkan keriuhan di media sosial dan perdagangan cepat untuk tiket pre-sale. Black Panther juga film dengan ulasan terbaik dari semua film yang pernah dirilis oleh Disney-Marvel, dengan skor “fresh” 97% di agregator ulasan film Rotten Tomatoes.

“Film ini menunjukkan angin perubahan. Hollywood menyia-nyiakan uang selama beberapa dekade dengan kekurangan film yang menarik beragam kalangan,” kata Shawn Robbins, kepala analis di situs boxoffice.com.

Perusahaannya sebelumnya memprediksi film tersebut akan meraup US$ 178 (Rp 2,4) juta selama tiga hari dan US$ 205 juta (Rp 2,7 triliun) selama libur panjang akhir pekan. ”Ini adalah perubahan yang sudah dinantikan para penonton untuk waktu yang lama,” katanya.

Untuk memastikan, box office AS hanyalah satu bagian dari teka-teki saat ini. Film-film pahlawan super secara reguler mendapatkan setengah hingga dua pertiga pendapatannya dari luar negeri.

Black Panther juga telah memperoleh US$ 361 juta (Rp 4,8 triliun) di seluruh dunia dan bekerja dengan baik di pasar-pasar utama, menurut data dari industri terkait.
(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading