Banyak Ramalan Buruk, Harga Emas Antam Pantang Ambruk!

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 August 2022 09:20
Emas Antam Foto: Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) atau yang dikenal dengan emas Antam naik pada perdagangan Selasa (30/8/2022), bangkit dari level termurah dalam satu bulan terakhir. Padahal, banyak ramalah buruk mengenai harga emas ke depannya. 

Berdasarkan data dari situs resmi milik PT Antam, harga emas batangan hari ini naik Rp 3.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dibanderol Rp 965.000/batang, naik 0,31% dari hari sebelumnya.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Penguatan harga emas Antam tidak lepas dari terhentinya penurunan emas dunia. Pada perdagangan Senin, emas dunia mampu mencatat penguatan tipis 0,06% ke US$ 1.737/troy ons.

Namun, rupiah yang jeblok lebih dari 0,5% kemarin membuat persentase kenaikan harga emas Antam lebih tinggi ketimbang emas dunia.

Meski demikian, banyak yang memprediksi ke depannya harga emas dunia akan sulit menguat.

Analis Exinity Han Tan mengatakan harga emas masih akan terus tertekan selama pelaku pasar berekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS)/The Federal Reserve (The Fed) akan terus menaikkan suku bunga acuan dan menahan di level tinggi dalam waktu lama.

"Emas akan terus tertekan selagi pasar percaya bahwa the Fed tidak akan menerapkan kebijakan dovish dalam waktu dekat. Di benak pasar, saat ini sudah tertanam bahwa kenaikan suku bunga acuan akan bertahan lama," tutur Han Tan, seperti dikutip Reuters.

Analis lainnya memprediksi harga emas pun diperkirakan masih akan terus merosot ke satu tahun ke depan.

"Tidak ada sesuatu yang bisa membuat pergerakan harga besar ke atas bagi emas sampai kita melihat The Fed berbalik memangkas suku bunganya, Dan itu tidak akan terjadi, setidaknya hingga akhir 2023," kata Bart Melek, kepala komoditas global di TD Securities, sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (26/8/2022). 

Melek mengatakan support kuat berada di kisaran US$ 1.690/troy ons - US$ 1.700/troy ons. tetapi jika ditembus, maka jebloknya harga emas ke US$ 1.600/troy ons bukan lah suatu yang mengejutkan.

Sementara itu, analis dari City Index Matt Simpson mengatakan momentum emas untuk menjadi aset aman telah lewat. Investor kini lebih menaruh perhatian terhadap dampak suku bunga yang masih akan tetap tinggi. Dolar AS kini lebih menjadi pilihan.

"Pergerakan harga Emas kini mengarah ke kisaran US$ 1.700 bahkan bisa melandai kembali ke kisaran US$ 1.680 per troy ons. Jika emas kemudian mampu menarik banyak pembeli di harga tersebut maka ada kemungkinan harganya naik ke US$ 1,750," tutur Simpson, kepada Reuters.

Jim Wyckoff, analis dari Kitco Metals mengatakan kenaikan harga emas terjadi akibat aksi bargain hunting, tetapi bisa menguat lebih lanjut jika The Fed mengendurkan kenaikan suku bunga.

"Banyak trader yang langsung menjual emas begitu Powell berpidato tetapi aksi bargain hunting membuat emas menguat. AS tengah menuju resesi. Jika resesi terjadi maka the Fed tidak bisa seagresif saat ini. Jika kondisi ini terjadi maka harga emas akan mulai naik," ujar Wyckoff kepada Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kinclong! Sepanjang Pekan Ini Harga Emas Antam Melesat 1,7%


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading