InvesTime

Ssst....Sektor Ini sudah Terkoreksi Dalam, Siap-siap Rebound!

Investment - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
15 October 2021 14:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham di sektor konsumsi dinilai menjadi salah satu yang patut dipertimbangkan menjelang akhir tahun ini seiring dengan pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Analis Riset PT MNC Sekuritas Aqil Triyadi menilai harga saham di sektor konsumsi sudah jatuh dalam beberapa waktu terakhir, sehingga ada potensi besar untuk kembali merangkak naik.

Ketertarikan untuk masuk ke saham di sektor ini bukan hanya dari investor dalam negeri, melainkan juga investor asing.


"Kami melihatnya di sisi konsumer harga yang bottom [harga bawah] penurunannya sehingga menarik asing koleksi saham-saham konsumer," kata Aqil kepada CNBC Indonesia dalam program InvesTime, Jumat (15/10/21).

Dari ranah makro ekonomi, sentimen positif yang turut mendorong saham-saham barang konsumen akhir-akhir ini adalah soal mulai membaiknya persepsi atau keyakinan konsumen dalam melihat ekonomi RI seiring adanya pelonggaran kebijakan mobilitas publik di tengah pagebluk Covid-19.

Menurut data Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan September 2021 yang juga mengalami kenaikan. BI mencatat IKK September 2021 sebesar 95,5, meningkat dari 77,3 pada bulan sebelumnya.

"Tinggal sentimen-sentimen yang mendorong sektor consumer itu kembali, misal melihat bagaimana purchasing power masyarakat apa cukup tinggi dibarengi potensi inflasi di Indonesia," katanya.

Terbukti, dua hari lalu ada indeks sektor barang konsumer non-siklikal terkerek naik 1,75%. Menjelang akhir tahun, sektor ini menjadi salah satu yang paling diperhitungkan.

"Tidak menutup kemungkinan konsumer ada penguatan di awal 2022, tapi catatan sektor consumer gimana peningkatan harga, beberapa waktu ke belakang memang harga sudah terkoreksi dalam," ujarnya.

Salah satu saham konsumer yang bangkit dari kejatuhan adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), bersama saham barang konsumer big cap (emiten berkapitalisasi pasar besar) lainnya sedang menemukan momentum kenaikan setidaknya sejak akhir September lalu.

Data BEI menunjukkan, saham UNVR pada perdagangan Jumat (15/10), jelang penutupan sesi II, minus 1,41% tapi dalam sepekan ini saham UNVR mampu melesat 10,29% dan sebulan terakhir naik 33%.

Di bawah saham UNVR, ada saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Saham MYOR siang ini naik 0,78% di Rp 2.570/saham dan sepekan naik 6,20%. Dalam sebulan terakhir saham MYOR 7,08% dengan kapitalisasi pasar Rp 57 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading