Indeks Saham Tech Melonjak di BEI, Sinyal Apa ini?

Investment - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
09 July 2021 12:20
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Head of Research Trimegah Sekuritas, Willinoy Sitorus menegaskan sentimen positif akan terus berlanjut untuk saham-saham di sektor teknologi.

Menurut dia, kenaikan dari saham-saham teknologi tersebut sudah mulai terjadi pada semester kedua 2020. Alasannya bermacam-macam dari sisi fundamental dan terkait dengan sentimen di pasar modal.

"Secara relatif saham tech menarik. Technologi ambil peran. Pademi memang mempercepat digitalisasi," tuturnya dalam acara Investime di Jakarta, Kamis (8/7/2021).


Sebagaimana diketahui, dalam waktu dekat Perusahaan e-commerce Indonesia yang disokong Grup Emtek, Bukalapak akan melantai di pasar modal. Tak hanya itu, GoTo yang merupakan entitas gabungan Tokopedia dan perusahaan ride-hailing dan pembayaran Gojek juga akan melakukan aksi korporasi yang sama.

Dari kedua saham tersebut, lanjutnya, dua-duanya dinilai bagus dan saling melengkapi. Bukalapak melakukan eksposur ke luar Pulau Jawa, sementara GoTo merata di seluruh Indonesia.

"Kaya Bukalapak, punya strategi yang tidak tumpang tindih dengan GoTo ke depannya. Selama likuiditas di global masih kencang dan punya ekosistem strategi yang baik, dua-duanya baik," tuturnya.

Lantas, dia membocorkan saham-saham apa yang belum naik tajam, di tengah kenaikan saham Tech saat ini, BRI Agro menurutnya masih bisa dijadikan pilihan.

"Karena BRI agro posisinya strategis karena rely dua ekosistem yang besar. Ekosistem BRI mereka bisa sinergi dan kedua juga mereka bisa melakukan sinergi portofolio via BRI ventures. Tentunya akan disinergikan oleh BRI Agro," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading