Gilak! Orang Kaya Kian Bernafsu Investasi Saham, Ini Buktinya

Investment - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
18 January 2021 16:28
Foto: REUTERS/Stephen Yang

Jakarta, CNBC Indonesia - Jika ada seorang investor dengan kekayaan US$ 1 juta (setara Rp 14 miliar, kurs Rp 14.000/US$) atau lebih di pasar modal, mungkin mereka berpikir bahwa fenomena terjadinya gelembung pasar saham alias bubble bakal terjadi dalam waktu dekat ini.

Benarkah demikian?

Menurut survei terbaru dari E-Trade Financial (Grup Morgan Stanley), jawabannya adalah investor mestinya tetap berinvestasi di saham, dengan lebih menekankan pada sektor-sektor yang undervalued (saham dengan nilai di bawah fundamentalnya).


Berdasarkan survei, dikutip CNBC International, hanya 9% para orang kaya yang disurvei oleh E-Trade berpikir bahwa pasar sama sekali belum mendekati fenomena bubble.

Adapun kelompok investor kaya lainnya berfikir:

  • 16% merasa bahwa saat ini fenomena bubble sudah lewat.
  • 46% merasa bahwa fenomena bubble belum terjadi, tapi akan terjadi.
  • 29% merasa bahwa fenomena bubble sedang terjadi.

Namun para investor tajir ini tidak lari dari pasar atau memarkirkan dananya ke uang tunai.

Faktanya, di tengah meningkatnya kekhawatiran fenomena bubble, para investor kaya ini mengatakan bahwa sikap toleransi atas risiko investasi mereka telah meningkat secara signifikan pada kuartal pertama 2021 dan mayoritas memperkirakan saham-saham di kuartal pertama tahun 2021 akan cuan.

Proses distribusi vaksinasi vaksin Covid-19 yang memang agak lambat dan prospek paket stimulus di AS lebih besar yang akan digelontorkan oleh Presiden terpilih Joe Biden membuat investor melihat ada prospek harga saham ke depan.

"Ada keyakinan lebih luas soal ekonomi yang akan membaik dan tanda-tanda bahwa ada faktor-faktor [positif] di pasar bergerak lebih tinggi," kata Mike Loewengart, Manager Investasi Divisi Manajemen Modal E-Trade Financial, dilansir CNBC, Senin (18/1).

Survei dari E-Trade Morgan Stanley ini dilakukan dari 1 Januari hingga 7 Januari lalu, dengan menggunakan sampel online warga AS dari 904 investor aktif mandiri yang mengelola setidaknya US$ 10.000 di akun trading online dan kumpulan data para orang kaya yang dipecah secara eksklusif oleh CNBC International. Ini terdiri dari 188 investor dengan aset US$ 1 juta atau lebih yang dapat diinvestasikan.

Sikap kontradiksi yang tampak di tengah tren bullish pasar saham global saat kekhawatiran bubble meningkat sepertinya tidak sekuat yang diperkirakan.

Pasar saham yang bullish ini seolah melawan setiap risiko yang dibayangkan di tengah pandemi ini, dan para analis terus meyakini bahwa tren bullish pasar saham dengan resistensi terkecil semakin meningkat.

Hanya saja, tren bullish pasar saham ini dinilai memerlukan beberapa perubahan portofolio investasi dengan fokus yang lebih besar pada sektor-sektor saham yang masih undervalued.

NEXT: Temuan survei lainnya soal investasi saham

Inilah Penyebab Orang Kaya Makin Nafsu Berinvestasi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading