4 Hari Melorot Rp 16.000, Pamor Emas Antam Pudar Gak Sih?

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
30 April 2020 07:11
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Entah kenapa dalam 4 hari terakhir, harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus melorot. Pada Rabu kemarin (29/4/2020), harga emas Antam turun 0,79% atau sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 879.000/gram dari perdagangan Selasa kemarin di level Rp 886.000/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, harga emas Antam juga turun 0,45% sebesar Rp 4.000 dari posisi harga Senin yakni Rp 890.000/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah 0,79% berada di Rp 87,9 juta pada Rabu kemarin dari harga Selasa yakni Rp 88,6 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Rabu kemarin juga kembali turun Rp 7.000 menjadi Rp 928.000/gram setelah turun Rp 4.000 ke Rp 935.000/gram pada Selasa.



Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun0,60% atau Rp 5.000 ditetapkan pada Rp 829.000/gram, dari posisi kemarin Rp 834.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Berikut pergerakan harga emas Antam dalam 5 hari terakhir:

Rabu (29/4) Rp 879.000/gram, turun Rp 7.000
Selasa (28/4) Rp 886.000/gram, turun Rp 4.000
Senin (27/4) Rp 890.000/gram, turun Rp 4.000
Sabtu (25/4) Rp 894.000/gram, turun Rp 1.000
Jumat (24/4 Rp 895.000/gram, naik Rp 10.000

Artinya, dalam 4 hari terakhir, harga emas Antam sudah melorot Rp 16.000 setelah sempat melesat Rp 10.000 di level Rp 895.000/gram pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Penurunan harga emas Antam kemarin seiring dengan turunnya harga emas dunia di pasar spot pada Selasa yang turun US$ 6,69 atau 0,39% menjadi US$ 1.707,51/troy ons, mengacu data Refinitiv. Data Kitco mencatat, harga spot emas pada Rabu tadi malam pukul 23.25 WIB, turun 0,41% di level US$ 1.704/troy ons.

Sementara harga emas berjangka (futures) AS untuk pengiriman bulan Juni ditutup turun US$ 1,60 atau hampir 0,1% pada US$ 1.722,20/troy ons, melansir dari RTTNews. 


Penurunan harga emas dunia kemarin dipicu oleh aksi ambil untung (taking profit) investor. Di sisi lain, Tim Riset CNBC Indonesia menilai rencana pembukaan kembali aktivitas bisnis di sejumlah negara turut menopang aset berisiko, sehingga sedikit menekan harga emas.

Kendati demikian, penurunan harga emas dunia terbatas setelah laporan yang dirilis oleh Conference Board (CB) yang mengatakan bahwa kepercayaan konsumen di AS memburuk secara signifikan di bulan April.

Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen jatuh ke 86,9 pada bulan April setelah jatuh ke 118,8 pada Maret. Para ekonom telah memperkirakan indeks kepercayaan konsumen untuk anjlok ke 90.0, mengutip dari RTTNews.

Fokus investor sekarang tertuju pada pertemuan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve AS/The Fed) hari ini waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia dan pertemuan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada malam harinya.

Investasi Dinar Jadi Pilihan?

Emas dinar sedang menjadi bahan pembicaraan dalam beberapa hari terakhir. Dinar dan dirham dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil dan sesuai syariah sejak berabad-abad lamanya.

Selain itu, kedua instrumen ini dapat juga digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi/simpanan, dan mahar.

 Dinar emas bisa jadi benda investasi juga di tengah situasi sekarang ini.

Namun, perlu perhatian lebih ketika investasi karena dinar berbeda dengan investasi emas logam mulia dan perhiasan emas. 

Supaya tidak merugi, kita harus sudah tahu seluk beluk dari koin dan atau dinar emas.

 Saat ini 1 koin dinar Au 91,7% yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), pada perdagangan Kamis (2/4/2020) berada di Rp 3.475.058/koin dengan berat 4,25 gram. Sementara 1 dirham Au 99,9% berada di Rp 80.097/koin dengan berat 2,975 gram.


Ada banyak yang perlu diketahui dari dinar emas, di antaranya adalah tentang investasi koin emas dan dinar emas, kelebihan dan keburukan dinar emas, juga anjuran dari ahli investasi emas yang mana dapat memberikan sudut pandang baru kepada Anda yang mau berinvestasi dinar emas.


Nah salah satu fintech yang menyediakan investasi ini adalah PT Tamasia Global Sharia (Tamasia). Tamasia meluncurkan produk baru berupa Koin Emas Dinar Al-Haramain Series. Dalam seri Dinar Tamasia ini, terdapat tiga koin emas dengan gambar Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa.

Dinar sendiri adalah koin emas seberat 4,25 gram dengan kadar 22 karat. CEO & Co-Founder Tamasia, Muhammad Assad mengatakan bahwa Dinar Tamasia bisa menjadi salah satu opsi terbaik instrumen investasi saat ini karena karakteristik emas yang merupakan aset safe-haven, terlebih pada saat terjadi turbulensi ekonomi saat ini akibat wabah virus Covid-19.

"Kami terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, termasuk dengan diluncurkannya Dinar Tamasia ini. Kami ingin setiap orang dapat berinvestasi emas dengan cara yang mudah, murah dan syariah. Apalagi harga emas terus melonjak dan telah menyentuh rekor tertinggi di bulan ini," ujar Assad di Jakarta.

"Tamasia sebagai platform jual-beli emas berbasis syariah terbesar di Indonesia hadir dengan misi ingin memberikan pengalaman terbaik serta alternatif kemudahan kepada para pelanggan untuk membeli, menjual dan mencetak emas dalam satu aplikasi yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun secara aman dan terpercaya," tambahnya.

Koin Emas Dinar Tamasia bisa didapatkan dengan cara menggunakan fitur cetak emas pada aplikasi Tamasia. Pelanggan dapat memilih mencetak emas sesuai keinginan, yaitu Logam Mulia Antam atau Koin Emas Dinar Tamasia.


TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading