Tips Investasi

Mau Kebal Terhadap Resesi? Boleh Dicoba Deretan Investasi Ini

Investment - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
05 November 2019 10:01
Foto: Infografis/Gawat 5 Negara Besar Berisiko Terkena Resesi/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian global saat ini cenderung melambat, yang ditunjukkan oleh ekonomi Italia dan Hong Kong yang resmi mengalami resesi tahun ini. Bahkan Singapura baru saja lolos dari resesi setelah mampu membukukan pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2019.

Apa sih sebenarnya resesi itu?

Menurut National Bureau of Economic Research (NBER), resesi didefinisikan sebagai periode jatuhnya aktivitas ekonomi, tersebar di seluruh ekonomi dan berlangsung selama lebih dari beberapa bulan.

Namun secara umum, resesi didefinisikan sebagai pertumbuhan negatif suatu negara dalam dua kuartal berturut-turut atau lebih. Penurunan ekonomi pada suatu negara biasanya menyerang lima indikator ekonomi, yaitu: PDB (produk domestik bruto) riil, pendapatan, pekerjaan, manufaktur, dan penjualan ritel.



Bagaimana kondisi dalam negeri?


Melihat definisi resesi, rasanya ekonomi Indonesia masih jauh dari kata resesi tetapi sinyal perlambatan ekonomi memang terasa.

Pada April-Juni 2019 (kuartal 2) ekonomi Indonesia tumbuh 5,05%, melambat dari periode Januari-Maret (kuartal I) yang angkanya menyentuh 5,07%. Untuk periode kuartal ketiga ini, perekonomian Indonesia diprediksi melambat tetapi tidak kurang dari 5%.

Belakangan memang isu perlambatan ekonomi dunia semakin sering dibahas. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3% untuk 2019 dan 3,4% untuk 2020.

Padahal IMF sebelumnya memproyeksikan ekonomi global tahun 2019 akan tumbuh sebesar 3,2% dan meningkat menjadi 3,5% untuk 2020.

Moody's dalam publikasinya mengatakan bahwa dalam 12-18 bulan ke depan potensi resesi ekonomi global 'sangat tinggi'.


"Saya pikir risiko sangat tinggi sehingga jika sesuatu berjalan di luar skenario maka kita akan menghadapi resesi," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics, dilansir CNBC International, Rabu (16/10/2019).

"Saya juga akan mengatakan: Bahkan jika kita tidak mengalami resesi dalam 12-18 bulan ke depan, saya pikir pasti kita akan menghadapi banyak perlambatan ekonomi."

Lalu, apa yang harus diperbuat investor di masa resesi atau ekonomi melambat?

Tentu saja investor tidak boleh diam dan menunggu kesempatan untuk kembali masuk ke pasar, apalagi menaruh uang di bawah bantal yang tentu saja akan berkurang karena digerus oleh inflasi.

Diperlukan relokasi aset dalam upaya mengamankan harta maupun mencari imbal hasil (return) yang membuat uang berkembang, di tengah pasar memiliki sifat yang dinamis.

Tim Riset CNBC Indonesia
mengkompilasikan instrumen investasi yang tepat jika resesi datang dapat disimak di halaman berikut ini.


Investasi Keuangan yang Tepat Saat Resesi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading