Jadi Lebih Baik Ternak Dolar atau Timbun Emas?

Investment - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
25 June 2019 18:34
Jadi Lebih Baik Ternak Dolar atau Timbun Emas?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kilau emas semakin menyilaukan mata investor dalam beberapa hari terakhir. Tak heran karena harga emas global di pasar spot telah meroket ke posisi tertingginya dalam enam tahun terakhir.

Pada perdagangan hari Selasa (26/6/2019) pukul 17:30 WIB, harga emas di pasar spot dihargai US$ 1.429,08/troy ounce.

Sebagai salah satu aset safe haven, emas seringkali dilirik saat kondisi perekonomian global sedang tak pasti. Maklum, ketidakpastian merupakan musuh terbesar investor. Namun, emas bukan satu-satunya safe haven. Dolar Amerika Serikat (AS) saat ini juga masih menjadi instrumen safe haven yang diminati.


Lantas, lebih baik pilih emas atau dolar?

Untuk mengetahui hal itu, Tim Riset CNBC Indonesia mencoba membandingkan imbal hasil yang didapat atas penyimpanan dua instrumen tersebut selama 10 tahun ke belakang. Periode yang dijadikan acuan adalah 25 Juni 2009 hingga 26 Juni 2019.

Sementara nilai aset acuan dihitung dalam rupiah.

Kasus pertama adalah emas.

Tebak, Lebih Baik Ternak Emas Atau Dolar?Foto: Taufan Adharsyah


Sepuluh tahun lalu (25/6/2009), harga emas di pasar spot berada di posisi US$ 938,75/troy ounce. Sementara nilai kurs dolar masih di posisi Rp 10.250/US$. Adapun 1 Troy Ounce = 31,1 gram.

Dengan begitu, uang senilai Rp 1 juta kala itu, akan dapat digunakan untuk membeli emas sebesar 3,23 gram.

Sepuluh tahun berlalu, tepatnya pada hari ini (26/6/2019) harga emas telah berkembang menjadi US$ 1.429,08/troy ounce. Rupiah juga telah melemah, sehingga 1 US$ harus ditebus dengan Rp 14.135.

Alhasil, 3,23 gram emas tersebut dapat ditukar dengan uang senilai Rp 2.099.319. Artinya, ada peningkatan nilai aset sebesar 110% dalam waktu 10 tahun.

Lalu bagaimana dengan dolar?

Tebak, Lebih Baik Ternak Emas Atau Dolar?Foto: Taufan Adharsyah


Dalam skenario yang sama, uang senilai Rp 1 juta sepuluh tahun lalu mampu ditukar dengan dolar senilai US$ 97,56.

Jika investor pada akhirnya tetap memilih untuk menyimpan dolar tersebut, maka per hari ini hanya bisa ditukar kembali dengan rupiah senilai Rp 1.379.024. Artinya kenaikan nilai asetnya hanya sebesar 37,9% dalam sepuluh tahun.

Melihat fakta tersebut, agaknya untuk jangka panjang investasi emas lebih menguntungkan ketimbang menyimpan dolar.

Namun perlu diingat bahwa fluktuasi nilai emas relatif lebih kecil dari dolar, sehingga investasi dolar dalam jangka pendek berpeluang lebih menguntungkan. Yah mau bagaimanapun dalam investasi, high risk high return.

Sebagai catatan, pada perhitungan ini tingkat inflasi di Indonesia tidak diperhitungkan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(taa/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading