Kian Diminati, Kenali Lebih Dekat Instrumen Investasi Ini

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
29 August 2018 - 14:44
Kian Diminati, Kenali Lebih Dekat Instrumen Investasi Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Minat investor institusional mendiversifikasi portofolio investasi mendorong beberapa manajer investasi menerbitkan beragam produk reksa dana, salah satunya reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF).

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan dana kelolaan ETF sudah Rp 10,21 triliun, naik 26,36% dari posisi akhir tahun lalu Rp 8,08 triliun dan naik 59,28% dari akhir 2016.

Salah satu yang baru mengelola ETF adalah sayap pengelola investasi Grup MNC yaitu PT MNC Asset Management. Perusahaan itu baru menerbitkan Reksa Dana ETF MNC36 Likuid.


Hari ini (29/8/18), reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (ETF) tersebut dicatatkan di papan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia. Pencatatan hari ini menandai dapat dibelinya produk investasi yang dikelola manajer investasi tersebut oleh investor layaknya bertransaksi saham.

ETF adalah produk investasi reksa dana yang biasanya mengacu pada indeks atau kebijakan pemilihan saham tertentu dan dapat ditransaksikan di bursa.

Transaksi di bursa tersebut dapat dilakukan setiap waktu ketika jam bursa sehingga lebih likuid dibanding reksa dana yang bukan ETF. Jumlah transaksi juga serupa dengan saham, yaitu 100 unit, sehingga jika harga pasarnya Rp 500 maka nilai minimal pembeliannya Rp 50.000. Jumlah itu juga ditambah biaya (fee) transaksi yang berbeda di setiap sekuritas.

Juga layaknya saham, ETF dapat dibeli melalui platform transaksi sekuritas manapun dengan kode transaksi yang umumnya diawali dengan X. ETF MNC36 Likuid menggunakan acuan Indeks MNC36 dan memiliki kode transaksi XMTS.

Transaksi ETF di bursa tersebut merupakan transaksi sekunder dan likuiditasnya dijalankan oleh sekuritas yang berlaku sebagai diler partisipan, dalam hal ETF MNC36 Likuid dilakukan oleh PT Indo Premier Sekuritas.

Di sisi lain, pasar primer ETF, tidak seperti saham, tidak memiliki batas waktu untuk pembentukannya. Pasar primer ETF berarti proses pembentukan unit penyertaan baru dalam minimal satu basket investasi dengan isi 100.000 unit.

Direktur Utama MNC Asset Management Frery Kojongian mengatakan perusahaan berharap dapat mengumpulkan dana kelolaan (asset under management/AUM) primer Rp 100 miliar untuk ETF barunya selama setahun ke depan.

"Penerbitan ETF diharapkan dapat menggenapkan target dana kelolaan akhir tahun kami Rp 8 triliun (dari posisi sekarang Rp 6,5 triliun). Produk ini akan ditambah beberapa reksa dana terproteksi," ujarnya kepada pers.

Diah Sofiyanti, Direktur Utama PT Indo Premier Investment Management, mengatakan pertumbuhan ETF sangat melesat, yang memperlihatkan minat investor sangat besar.

"Dulu di awal-awal saya di Indo Premier Investment, AUM ETF hanya Rp 25 miliar, sekarang sudah sekitar Rp 11 triliun ETF seindustrinya. Untuk kami sendiri sekitar Rp 8 triliun."

Minat pada ETF, tuturnya, ditambah faktor utama keengganan investor institusi dan ritel untuk aktif mentransaksikan portofolio (baik saham atau obligasi) dan berstrategi mengalahkan indeks acuan di pasar, sehingga investor khususnya institusi dapat memanfaatkan produk ETF yang lebih likuid dibanding reksa dana lain.

Indo Premier Investment Management merupakan perusahaan yang pertama kali membentuk ETF pada 2017, ketika masih menjadi satu dengan PT Indo Premier Sekuritas. Produk ETF pertama yang diluncurkan adalah ETF berbasis Indeks LQ45 yaitu R-LQ45.

Saat ini, Indo Premier sudah memiliki sembilan ETF saham dan beberapa ETF pendapatan tetap (fixed income) yang berbasis surat utang.

Di industri reksa dana, jumlah total ETF mencapai 20 produk, terdiri dari 14 ETF saham, dua ETF fixed income, dua ETF indeks, dan dua ETF saham syariah.

ETF dapat dibeli dengan aplikasi transaksi saham perusahaan efek. (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading