Kenalkan NSO, Pencipta Spyware Israel yang Susupi WhatsApp

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
16 May 2019 14:38
Kenalkan NSO, Pencipta Spyware Israel yang Susupi WhatsApp Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp telah mengkonfirmasi adanya celah keamanan dalam aplikasi yang memungkinkan hacker menginstal perangkat lunak spyware. Perangkat lunak ini disuntikkan melalui WhatsApp telepon.

WhatsApp tidak menjelaskan berapa banyak pengguna yang terjangkiti spyware ini. Namun mendorong WhatsApp untuk melakukan pemutahiran siginifikan pada aplikasinya.


"Serangan itu dilakukan sebuah perusahaan swasta yang dilaporkan bekerja dengan pemerintah yang menebar spyware untuk mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel," ujar WhatsApp seperti dikutip dari CNN International, Kamis (16/5/2019).


Seorang sumber yang akrab dengan penyelidikan spyware ini penyebut NSO Group yang berada di belakang aksi 'pembobolan' WhatsApp ini.

Kenalkan NSO, Pencipta Spyware Israel yang Susupi WhatsAppFoto: BSSN/IST

NSO adalah perusahaan teknologi Israel bernilai jutaan dolar dengan berspesialisasi cyber-surveillance tools. Sesuai dengan lingkup di mana ia bekerja, perusahaan lebih memilih untuk bekerja dalam bayang-bayang. Para eksekutifnya jarang berbicara dengan media dan tidak banyak bicara tentang kliennya.

Produk andalannya adalah Pegasus, sebuah malware yang dirancang untuk melacak ponsel pengguna. Software ini dapat menginfeksi perangkat setelah mengklik tautan dalam pesan teks palsu, kemudian mereka punya akses penuh ke telepon.


NSO Group mengatakan teknologinya telah dilisensi badan-badan pemerintah, dan "untuk tujuan tunggal memerangi kejahatan dan teror." Perusahaan tidak memiliki peran mengidentifikasi target, "ini dioperasikan oleh badan intelijen dan penegakan hukum," ujarnya dalam keterangan resmi.

Citizen Lab memperkirakan sudah ada 45 negara yang menggunakan software Pegasus. Saudi Arabia, Bahrain, Meksiko, Maroko dan Kazakhstan disebut pernam memakai teknologi ini untuk memata-matai beberapa warga negaranya.


NSO mulai mendapat perhatian karena kasus Jamal Khashoggi, jurnalis yang terbunuh di kantor duta besar Arab Saudi di Turki. Omar Abdulaziz, teman Jamal Khashoggi, menuduh pemerintah Arab Saudi telah menguping pembicaraannya dengan Khashoggi dengan menggunakan spyware yang dibuat NSO Group.

Omar Abdulaziz telah menuntut NSO Group melanggar hukum internasional dengan menjual perangkat lunaknya kepada rezim yang menindas. Para peneliti di Citizen Lab percaya telepon Abdulaziz ditargetkan dengan spyware tingkat militeryang dikembangkan oleh NSO Group.


"Peretasan ponsel saya memainkan peran utama dalam apa yang terjadi pada Jamal, saya benar-benar minta maaf untuk mengatakan," kata Abdulaziz. "Rasa bersalah itu membunuhku."

NSO sendiri telah membantah keterlibatan dalam pelacakan jurnalis Saudi atau pembunuhannya.
Simak video imbauan BSSN untuk meng-update Whatsapp ke versi terbaru di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]



(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading