OJK: Fintech Dilarang Himpun Dana Masyarakat!

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
14 July 2018 15:04
OJK: Fintech Dilarang Himpun Dana Masyarakat!
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan perusahaan teknologi finansial (fintech) peer to peer lending (P2P) dilarang menghimpun dana dari masyarakat. Fungsi ini hanya bisa dijalankan perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi mengatakan fintech lending tidak bisa memiliki eskposure atau kredit. Fintech lending hanya boleh menjadi intermediary (perantara) antara lender (pemberi pinjaman) dengan borrrower (penerima pinjaman).

"Jadi mereka melakukan penggalangan dana dan bookbuilding, dana tersebut harus disimpan di escrow account maksimal 2 hari kemudian harus disalurkan," ujar Riswinandi di Semarang, Sabtu (14/7/2018).


Riswinandi menambahkan bila dana yang terkumpul diendapkan lebih dari 2 hari bisa terjadi penyalahgunakaan dana bahkan fraud karena fintech lending belum diawasi dengan ketat.

"Sebelumnya ada mengusulkan dana mengendap maksimal 60 hari atau dana tersimpan di rekening KSEI tetapi tidak kami izinkan," tambahnya.

Riswinandi menambahkan saat ini belum terlihat potensi fraud di fintech lending bahkan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) masih di bawah 2%.

"Tetapi ini belum tentu positif atau negatif karena OJK belum punya data komprehesif. Kami sedang membangun infrastruktur host-to-host yang terhubung dengan fintech sehingga bisa melakukan pengawasan secara online," terangnya.



(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading