CNBC Insight

Raja Batu Bara RI: Peter Sondakh Jual XL, Nyebur ke Batu Bara

Entrepreneur - Petrik, CNBC Indonesia
18 March 2022 13:45
cover insight, Batu Bara

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada tahun 1980, berdasarkan Akta Pendirian No. 46 tanggal 14 Maret 1980, berdirilah PT The Green Pub yang bergerak dalam bidang restoran dan hiburan. Sejak 10 Mei 1996 nama perusahaan berubah menjadi PT Setiamandiri Mitratama di masa itu pula perusahaan ini melantai di Bursa Efek Surabaya. Dengan kode perusahaan SMMT.

Perusahaan ini lalu ganti nama lagi menjadi PT Eatertainment International Tbk. Perusahaan ini mengelola restoran makanan mexico Amigos dan pizza Papa Rons di Indonesia.

Langkah drastis dilakukan perusahaan dengan mengarahkan diri ke bisnis batu bara, dengan mengakuisisi PT Internasional Prima Coal (IPC) dan PT Triaryani (TRI) yang lalu menjadi perusahaan operasional. Begitulah sejarah dari PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menurut situs resminya.


Golden Eagle Energy dimiliki kelompok Rajawali Corpora milik Peter Sondakh. Rajawali Corpora pada 1984 berdiri sebagai PT Rajawali Wira Bhakti Utama. Peter Sondakh berasal sari keluarga pebisnis, ayahnya adalah pengekspor kayu dan minyak kelapa sejak era 1950-an. Dia mulai berbisnis sejak 1970-an sebelum mendirikan Rajawali. 

Peter Sondakh pada 1990-an membeli perusahaan rokok Bentoel di Malang dan sebelumnya terlibat dalam pendirian Rajawali Citra Televisi (RCTI). Di bawah PT Rajawali Wira Bhakti Utama pada 1989, dia mendirikan PT Grahametropolitan Lestari yang pada 1995 menjadi PT Excelcomindo Pratama-yang merupakan operator seluler XL.

Peter Sondakh mengalami kepahitan dalam dunia bisnis sekitar tahun 1998. Dia berhutang Rp 2,1 triliun dan asetnya kemudian berada di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Mau tak mau dia melepaskan kepemilikan sahamnya di Apotek Guardian, RCTI, dan Lombok Tourism. Setelah kehilangan RCTI dia membangun stasiun TV lagi dengan nama Rajawali TV (RTV). 

Setelah bisnis pertambangan batu bara dan kelapa sawit menggeliat di tahun 2000-an, Peter Sondakh menjual Excelcomindo dan Bentoel. Di era ini Peter Sondakh serius ke arah pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa Sawit. Setelah perkebunan dan pertambangan, lirikan Peter Sondakh tertuju pada bisnis perhotelan. perusahaannya mengelola Hotel Four Seasons Jakarta.

Peter Sondakh lewat Rajawali Group tercatat memegang porsi saham sebesar 83,65% di PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT). Golden Eagle Energy memiliki dua kawasan operasi pertambangan batu bara, pertama PT Internasional Prima Coal (IPC) di Palaran Kalimantan Timur dan PT Triaryani (TRI) Musi Rawas Utara Sumatra Selatan. Batubara menambah pundi-pundi kekayaannya.

Selain pertambangan batubara, Peter Sondakh adalah pemilik Archi Indonesia Tbk (ARCI), yang berdiri pada 14 September 2010 dan bergerak di bidang pertambangan emas dan perak Tambang Emas Toka Tindung di Sulawesi Utara. Majalah Forbes pada 2021 mencatat nama Peter Sondakh dalam urutan 20 dalam daftar 50 Orang Terkaya Indonesia dengan kekayaan pemilik Rajawali TV mencapai US$ 2,1 miliar atau Rp 30,96 triliun.



TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Raja Batu Bara RI: Boy Thohir Pegang 'Raksasa' Batu Bara RI


(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading