CNBC Insight

Raja Batu Bara RI: Benny Subianto Pensiun dengan Batu Bara

Entrepreneur - Petrik, CNBC Indonesia
21 March 2022 11:05
cover insight, Batu Bara

Jakarta, CNBC Indonesia - Benny Subianto adalah adalah lulusan teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia cukup lama bekerja di Astra International yang dibesarkan oleh William Soeryadjaya yang biasa dipanggilnya Oom, sang pendiri Astra. Sebelum di Astra, Benny sempat beberapa bulan bekerja di perusahaan milik saudaranya.

 

"Benny termasuk generasi pertama anak-anak lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang masuk kamp Astra. Nomor urut pegawainya saja masih 44," tulis Teguh Sri Pambudi dan Harmanto Edy Djatmiko dalam Man of Honor: Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya (2012:334). Theodore Permadi Rachmat, keponakan William Soeryadjaya yang mengajaknya masuk ke Astra.


 

Benny Subianto masuk di Astra sekitar 1969. Sebagai lulusan teknik mesin, Benny pernah ditempatkan di PT United Tractors, anak perusahaan Astra dan dari 1984 hingga 1997 menjadi direktur utamanya. Di Astra International sendiri, Benny pernah jadi wakil direktur utama dari 1990 hingga 1998 dan setelahnya menjadi komisaris.

 

Benny pernah ditugaskan di divisi agrobisnis Astra, yakni Astra Agro Lestari. Benny pernah pula memimpin Asta Agro. Benny Subianto baru pensiun dari Astra di 2002 dan kemudian mendirikan perusahaan investasi bernama PT Persada Capital Investama. Langkah besar Benny Subianto terjadi di tahun 2005.

 

Benny Subianto, disebut Ekuslie Goestiandi & Berny Gomulya dalam T.P. Rachmat on Excellence (2018:314) termasuk lima investor yang ikut mengambil alih sebuah perusahaan tambang Adaro Energy dari pemilik lamanya. Selain Benny, investor lain adalah Garibaldi Thohir, Edwin Soeryadjaya, Sandiaga Uno dan Teddy Rachmat.

 

Benny Subianto tidak asing lagi dengan kebanyakan investor dalam Adaro Energy itu. Teddy Rachmat adalah kawan lamanya sejak muda di Bandung, Edwin adalah anak bos besarnya di Astra, Garibaldi alias Boy Thohir adalah anak dari kolega kerjanya waktu masih di Astra International. Belakangan tentu saja dia mengenal Sandiaga Uno yang paling muda dalam kelompok itu.

 

Benny Subianto kemudian dijadikan Komisaris PT Adaro Energy Tbk sambil terus menjadi Presiden Direktur di PT Persada Capital Investama. Selain itu, Benny juga kemudian menjadi komisaris di PT Adaro Strategic Investments, PT Adaro Strategic Lestari, PT Adaro Strategic Capital, PT Viscaya Investments, PT Biscayne Investments, dan PT Dianlia Setyamukti.

 

Belakangan para investor tidaklah rugi, karena Adaro energy adalah perusahaan batubara yang cukup berkembang di Indonesia. Saham Adaro terus beranjak naik. Sebelum tutup usia pada 2017, menurut majalah Forbes 2016 Benny Subianto berada dalam urutan 33 dalam daftar 50 Orang Terkaya Indonesia dengan kekayaan US$ 950 Juta.

 

Setelah Benny Subianto tutup usia, putrinya Arini Saraswati Subianto, menggantikan posisinya sebagai komisaris di Adaro. Selain itu Arini harus memimpin PT Persada Capital Investama. Majalah Forbes 2021, menyebut Arini berada di urutan 44 dalam daftar 50 Orang terkaya Indonesia. Dengan kekayaan US$ 975 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Raja Batu Bara RI: Boy Thohir Pegang 'Raksasa' Batu Bara RI


(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading