Luhut Curhat Disindir Orang-orang Gegara Ikut Ngurusin UMKM

Entrepreneur - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
12 October 2021 16:05
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai memenuhi undangan klarifikasi sebagai pelapor atas laporan pencemaran nama baik kepada Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/9/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada pihak-pihak yang mempertanyakan langkahnya dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ia mengakui bahwa sektor ini kerap dipandang sebelah mata, padahal UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia.

"Orang bilang UMKM, apa lagi Luhut ngerjain gini-ginian? eh ini menyangkut puluhan juta lapangan kerja, kita ada 60 juta orang pekerja yang kerja di UMKM. Ini saya harap semua didorong," kata Luhut dalam Grand Launching Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Kalimantan Timur, Selasa (12/10/2021).

Jumlah sebesar itu harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah, termasuk dalam hal digitalisasi. Saat ini semakin banyak UMKM yang masuk ke dalam dunia digital. Setiap tahun, jumlahnya pun naik secara signifikan. Luhut menargetkan agar pada 2024 kelak jumlahnya mencapai 30 juta UMKM.



"Sejak BBI diluncurkan oleh Bapak Presiden 14 Mei hingga September 2021, UMKM on boarding sudah lebih dari 8 juta, artinya satu tahun empat bulan jumlahnya naik 100%. Sekarang lebih dari 16 juta yang on boarding kepada ekosistem digital. Saya harap pencapaian dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas produk," ujar Luhut.

Tantangan untuk meningkatkan kualitas produk harus dipenuhi pelaku UMKM. Salah satu pelaku, Suhendro Wang selaku Founder Pempek CRP coba memenuhinya dengan sertifikat SNI, BPOM, Halal, GMP, dan ISO 22000, dan juga sedang mengurus HACCP untuk keperluan ekspor ke mancanegara. Ia juga menjualnya via online seperti program BBI.

Menurutnya produk UMKM Indonesia memiliki kemampuan dalam merek. Misalnya Sushi atau Ramen yang menjadi ciri khas makanan Jepang. Bahkan, jika belum mencicipi kedua makanan itu maka rasanya belum lengkap menginjak negeri Sakura tersebut.

"Impian besar kelak suatu hari nanti setiap hotel di Indonesia mempunyai menu pempek pada saat breakfast, brunch, dan coffee break," kata Suhendro Wang.



(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading