5.000 UMKM Solo Aktif di Pasar Ekspor

Entrepreneur - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
21 April 2021 20:41
Sunarto (49) pengrajin rotan sedang memperbaiki kursi di tokonya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (24/3/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta CNBC Indonesia- Sebanyak 5.000 UMKM Solo, Jawa Tengah, telah menjadi eksportir aktif ke enam negara di Asia. Angka ini diperkirakan bisa meningkat melalui digitalisasi yang dilakukan UMKM dan memanfaatkan jaringan e-commerce untuk memperluas akses pasar. Pasalnya, saat ini ada sekitar 40.000 UMKM yang ada di Solo.

Direktur Eksekutif Shopee Handhika Jahja mengungkapan UMKM Solo memiliki potensi di pasar ekspor. Program Ekspor Shopee, kian merasakan dampak yang signifikan dari inisiatif ini.

"Angka ini tentu masih bisa terus ditingkatkan melalui program yang akan kami jalankan bersama Pemerintah Kota Solo," ujar Handhika, Rabu (21/04/2021).


UMKM dalam negeri bisa memanfaatkan jaringan internasional milik Shopee lewat program ekspornya. Salah satu UMKM yang memanfaatkan jaringan ini adalah Sankara.id saat ini memiliki toko aktif di 6 negara, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam. Mayoritas pesanan ekspor batik dari toko ini berasal dari Malaysia, Singapura dan Vietnam.

Dengan jaringan yang dimiliki oleh Shopee, UMKM Indonesia dapat berkontribusi semakin besar pada perolehan ekspor, terutama yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia salah satunya dari Solo, Jawa Tengah.

Salah satu UMKM yang memanfaatkan e-commerce untuk melebarkan sayapnya ke pasar ekspor, yakni Herawan, pemilik toko online kebayamumer. Tokonya kini aktif di 5 negara yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam.

"Sudah 3 tahun saya bergabung dengan Shopee dan saya merasa senang karena sangat membantu toko offline saya. Di saat pandemi seperti ini, banyak konsumen yang beralih berbelanja secara online. Terlebih lagi, program-program di Shopee menarik banyak konsumen, khususnya Gratis Ongkir Xtra," kata Herawan.

Herawan juga memiliki rencana untuk memodifikasi produk dengan desain baru yang lebih bisa diterima dan sesuai dengan preferensi konsumen luar negeri, khususnya desain melayu untuk konsumen Malaysia, dikarenakan produk yang dibeli oleh orang Malaysia dan Indonesia berbeda.

Selain itu, ada pula Raras Putri, pemilik toko online Sankara.id di Shopee juga memiliki pengalaman serupa. Dia memanfaatkan e-commerce untuk membantu penjualan ekspornya makin berkembang.

"Sebelumnya, sudah ada pesanan dari luar negeri melalui media sosial. Tetapi sejak ada Program Shopee Ekspor, maka pesanan ekspor saya semakin berkembang. Apalagi karena didukung oleh fitur Gratis Ongkir, penjualan batik saya semakin meningkat dan pembeli dari media sosial kini dialihkan ke Shopee," ujarnya.

Melihat perkembangan ekspor untuk penjualan batik, Raras berencana untuk membuat baju anak dengan motif batik dan terus menjaga kualitas produk. Di samping itu, dia selalu mengunggah video dan foto pendukung yang akurat di halaman produknya.

Dengan begitu dapat meningkatkan kredibilitas Sankara.id di mata pembeli, karena pembeli mendapatkan kualitas barang yang sama dengan apa yang terlihat di gambar secara online. Akses pada pasar ekspor membuat Raras termotivasi untuk menjaga kualitas dan memproduksi batik untuk anak yang menyasar pasar luar negeri.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading