'Tawuran' Layanan Digital RI: Gojek vs Grab vs Shopee

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
20 April 2021 04:30
Gojek (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Startup digital semakin menjamur. Mulai dari layanan makanan, ride hailing dan pembayaran, ada yang dapat bertahan tapi tak sedikit juga tumbang.

Nama-nama yang masih bertahan dan makin membesar adalah Grab, Gojek dan Shopee. Ketiganya tidak lagi berfokus pada satu layanan saja tapi juga memiliki layanan lain termasuk pembayaran.

Kabar terbaru menyebutkan Grab membeli saham perusahaan teknologi Indonesia dan konglomerat media, Emtek. Ini semakin meramaikan pertarungan antar layanan digital yang beroperasi di Asia Tenggara, bersama Gojek dan Shopee.


Jika kabar tersebut benar, ada kemungkinan dua layanan pembayaran digital Ovo dan Dana akan dipersatukan.

Lalu bagaimana dengan potensi lain bagi ketiga raksasa teknologi Asia Tenggara itu? Berikut fakta ketiga perusahaan digital tersebut, dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Selasa (20/4/2021).

Gojek

Perusahaan Asal Indonesia ini bermula dari bisnis antar jemput atau ride hailing. Lalu berkembang dan sekarang terdapat sejumlah layanan termasuk pembayaran hingga pengantaran makanan.

Perusahaan bervaluasi US$10,5 miliar itu sekarang bukan hanya beroperasi di Indonesia namun sudah merambah ke Asia Tenggara.

Selain itu tahun 2020 lalu, Gojek diketahui memiliki 22% saham dari Bank Jago melalui Gopay. Nampaknya ini jadi potensi Gojek bergerak di bisnis finansial.

Terakhir, Gojek dikabarkan akan segera melakukan mega-merger dengan raksasa ecommerce Indonesia lain yakni Tokopedia. Jika hal tersebut terjadi, diperkirakan valuasinya mencapai US$35 miliar hingga US$40 miliar.

Induk Shopee, SEA Limited
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading