Ajisaicraftshop, Souvenir Asal Solo yang Merambah Singapura

Entrepreneur - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
24 July 2021 18:49
Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis souvenir yang dimiliki oleh Hartono dimulai pada tahun 2017, saat sang istri kebingungan mencari kado untuk temannya.

Akhirnya sang istri pun mulai untuk mencari-cari di YouTube hingga Hartono menyadari souvenir memiliki permintaan yang tinggi namun penyedianya tidak banyak, sehingga cocok untuk ide mendirikan bisnis baru. Hartono berfokus menjual souvenir berupa karangan bunga dan aksesorisnya karena ia merasa bahwa produk karangan bunga memiliki potensi pasar yang besar terutama di kalangan anak muda.

Semua produk milik Hartono kala itu hanya dijual secara offline dari kampus ke kampus dan masih dalam skala lokal saja, terutama pada saat wisuda dan acara-acara yang diadakan oleh anak-anak kampus. Sampai akhirnya, Hartono membuat Instagram dalam membantu menjual produknya secara online.
Setelah beberapa waktu menjual produknya secara online di Instagram, akhirnya Hartono memulai untuk menjual produknya di Shopee demi memperluas jangkauan pasar dan bisa merambah ke seluruh Indonesia di tahun 2018.


Namun pada saat itu, penjualannya di Shopee belum menjadi fokus strategi, Hartono hanya menggunakan Shopee untuk sedikit menambah penjualan produknya. Seiring berjalannya waktu, Hartono melihat bahwa menjual produknya di Shopee lebih menarik, aman, bisa menjangkau pasar luas dan Shopee juga memberi dukungan pemasaran. Bersama Shopee, proses pengiriman kepada konsumen menjadi lebih mudah dan tidak perlu dikerjakan secara manual.

Sejak saat itu, penjualan karangan bunga milik Hartono hanya difokuskan hanya di Shopee. Menurutnya, setelah berjualan di Shopee, penjualan produknya terus meningkat karena Shopee memiliki banyak pengguna yang dapat membantu menaikkan penjualan produknya. Bahkan ia sampai harus menambah jumlah karyawannya 3 kali lipat untuk menunjang permintaan dari pembeli.

IstFoto: Ist
Ist

Di masa pandemi ini, Hartono mengaku bahwa terjadi beberapa perubahan dalam bisnisnya. Orderan sepi karena pandemi, namun karena dibantu oleh Shopee, Ajisaicraftshop berhasil bangkit kembali.

Banyak perkembangan yang terjadi setelah Hartono memfokuskan penjualan produknya di Shopee. Shopee memberikan banyak bantuan yang turut menopang peningkatan penjualan yang dialami Ajisaicraftshop. Program-program seperti gratis ongkir berdampak sangat signifikan, demikian juga iklan, promo seperti flash sale dan kampanye-kampanye Shopee turut mendongkrak penjualan produk hingga 600 pesanan dalam sebulan.

Selain membantu dari sisi penjualan, Hartono berterima kasih karena Shopee juga memberikan pendampingan penuh bagi para penjual untuk terus belajar dan berkembang dalam mengikuti perubahan zaman khususnya berjualan secara online, terlebih lagi melalui fitur-fitur yang tersedia di Shopee seperti Shopee Live dan Shopee Feed.

Ajisaicraftshop merupakan salah satu dari pelaku UMKM asal Surakarta yang merasakan manfaat yang diberikan Shopee melalui Kampus UMKM Shopee Ekspor di Solo. Kampus tersebut diresmikan oleh Shopee bersama Gibran Rakabuming pada 18 Mei 2021. Di Kampus UMKM Shopee Ekspor, Hartono mendapatkan pendampingan dan berbagai pelatihan dengan materi-materi yang menarik sebagai penunjang dalam mengoptimalkan tokonya di Shopee.

Hartono berpendapat bahwa program ini sangat membantu, karena tips & trik yang dibagikan sangat relevan dan dapat langsung diimplementasikan, terutama materi seperti optimasi iklan yang secara detail meliputi cara menggunakan iklan dan menganalisis performa iklan tersebut.

"Saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan di Kampus UMKM Shopee Ekspor secara offline sebelum PPKM, pelatihan yang diberikan sangat membantu sekali untuk membangun bisnis kita. Tidak hanya itu, fasilitas dan layanan yang diberikan juga sangat membantu. Misalnya kita ada kebutuhan untuk foto produk, di sana sudah terdapat pojok foto dengan pencahayaan yang baik," terangnya.

Pelatihan offline terutama untuk penjual baru membantu kita lebih memahami karena ada kemudahan untuk bertanya secara langsung. Saya melihat penjual yang bergabung untuk mengikuti pelatihan sangat antusias, yang sebelumnya belum pernah mengenal online, mereka menjadi lebih tertarik untuk belajar. Kita juga merasa senang karena kalau ada kendala kita bisa langsung tanyakan dan ingin sekali mengikuti pelatihan-pelatihan berikutnya agar kemampuan berjualan kita semakin hari semakin meningkat sesuai dengan tren," imbuhnya.

Program ekspor yang diselenggarakan oleh Shopee dirasakan Hartono sangat nyata membantu memperluas pasar Ajisaicraftshop. Hartono mendapatkan pesanan ekspor pertamanya pada tahun 2020, dan saat ini Ajisaicraftshop sudah berhasil mengekspor produknya ke Singapura.

Hartono semakin tertantang dengan adanya Program Ekspor Shopee, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik agar produknya disukai oleh pengguna Shopee di dalam dan luar negeri baik dalam hal desain maupun durabilitas. Dengan adanya kemudahan yang diberikan oleh Shopee dalam membantu mengekspor produk, Hartono berharap kesempatan ini dapat menumbuhkan penjualan secara keseluruhan.

"Ekspor bersama Shopee prosesnya sangat mudah, kita tidak perlu repot untuk mengurus berbagai dokumen yang ada. Pengiriman produknya pun juga mudah, kita hanya cukup mengirimkan produk ke Gudang Ekspor Shopee yang ada di Jakarta kemudian Shopee akan membantu untuk mengirimkannya ke negara tujuan. Saya merasa sangat senang dapat bisa mengekspor produk, terlebih seperti yang saya tahu ekspor produk itu biasanya harus dilakukan dalam jumlah besar, tapi ternyata bersama Shopee, setiap ada pesanan yang masuk dari luar negeri, bisa langsung diproses dari sisi saya dan dikirimkan secara ritel," terangnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen Shopee dalam membawa produk lokal menuju global melalui berbagai kolaborasi yang dilakukan, seperti peresmian Kampus UMKM Shopee Ekspor di Solo sebagai lanjutan kolaborasi strategis untuk membawa UMKM untuk bisa ekspor dengan mewujudkan 10.000 eksportir asal Surakarta pada akhir tahun ini.

Selain itu Shopee juga berkolaborasi dengan Sekolah Ekspor, asosiasi gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia serta Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) untuk mewujudkan 500.000 eksportir hingga tahun 2030. Program yang dimulai sejak awal Maret 2021 ini juga didukung Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan.

Ke depannya, Hartono berharap ia dapat terus menambah penjualan serta berinovasi sehingga dapat memenuhi permintaan pasar terutama di luar negeri sambil terus mencari tahu lebih lanjut apa saja yang menjadi minat masing-masing pasar di luar negeri. Seiring dengan bertambahnya penjualan, Hartono juga berharap bisa terus menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga di sekitarnya.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading