Kuliah Gratis di Denmark Justru Lahirkan Mahasiswa Abadi

Entrepreneur - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
26 January 2018 16:10
Kuliah Gratis di Denmark Justru Lahirkan Mahasiswa Abadi
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebagai salah satu negara yang menawarkan kuliah bebas biaya, Denmark memberi kebebasan yang besar bagi para mahasiswa dari tanggungan biaya sekolah maupun kewajiban untuk segera menyelesaikan studinya.

Namun, bagi sebagian masyarakat Denmark, terutama yang berusia tua, kebebasan tersebut membuat mahasiswa yang berusia 20an tahun tidak merasa perlu terburu-buru menyelesaikan kuliahnya.

Akibatnya, negara itu sekarang dibanjiri mahasiswa abadi yang menjalani pendidikan kuliah sekitar enam tahun atau lebih atau bahkan tidak memiliki rencana untuk segera lulus. Apalagi, mereka tidak memiliki tanggungan biaya pendidikan.


“Dengan pendidikan gratis, mahasiswa abadi jadi semakin banyak,” ujar Daniel Borup Jakobsen kepada Business Insider. Jakobsen, 24, merupakan salah satu mahasiswa Denmark yang baru lulus dan saat ini menjabat wakil presiden perusahaan software, Plecto.

Mereka tidak pernah menyelesaikan kuliah dan hanya menggonta ganti mata pelajarannya dari tahun ke tahun, kata Jakobsen.

Selama bertahun-tahun, Denmark memiliki program yang memberikan tanggungan biaya hidup senilai  sekitar $1.000 (Rp 13,3 juta) per bulan yang membuat banyak mahasiswa bermalas-malasan dan memilih pelesiran ke luar negeri dibandingkan menyelesaikan studi, dilansir dari situs Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/ WEF).


Negara Balkan ini telah membuat beberapa tindakan untuk menekan angka mahasiswa abadinya. Pada tahun 2015, pemerintah Denmark mengusulkan dan mengesahkan perubahan aturan kemajuan studi yang ditujukan kepada universitas agar dapat memaksa mahasiswanya untuk segera lulus.

Pada saat itu, ribuan pelajar memprotes dan mengatakan peraturan tersebut menghapuskan kebebasan mereka.

Mereka yang mendukung amandemen tersebut mengklaim percepatan waktu studi dapat menghemat sekitar $266 juta uang negara, menurut perhitungan pemerintah, dan menjadikan sistem universitas lebih efisien.

Jakobsen mengatakan perubahan aturan tersebut telah mengurangi jumlah mahasiswa abadi, namun mereka masih ada di beberapa universitas. Masyarakat Denmark bahkan mempunyai istilah ‘fjumreår’ yang artinya ‘tahun untuk bermain-main’, di mana para mahasiswa biasanya mengambil sedikit kelas dan menghabiskan waktunya keliling dunia.

Untuk beberapa alasan, Jakobsen menentang pendapat bahwa pembebasan biaya pendidikan merupakan hal buruk karena menyebabkan mahasiswa lama menyelesaikan pendidikan.

“Beberapa orang dari luar bertanya apakah mahasiswa yang dibebaskan biaya pendidikannya memiliki semangat belajar yang sama dengan mereka yang membayar sendiri pendidikannya,”  ujarnya. “Menurut saya hal itu tidak ada hubungannya. Saya yakin motivasi Anda untuk sukses di pendidikan tidak bergantung pada apakah Anda dibiayai atau tidak.” (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading