Hashmicro Ungkap Manfaat Penggunaan AI Buat Bisnis

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
30 October 2026 14:27
VP of Communications HashMicro, Syifa Fadiyah saat menyampaikan pemaparan dalam Road To CNBC Indonesia Awards 2026 kategori Best AI Ecosystem di Jakarta, Jumat (30/10/2026).  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: VP of Communications HashMicro, Syifa Fadiyah saat menyampaikan pemaparan dalam Road To CNBC Indonesia Awards 2026 kategori Best AI Ecosystem di Jakarta, Jumat (30/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - VP of Communications HashMicro, Syifa Fadiyah mengakui selama beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan adopsi Artificial Intelligence (AI) di dunia bisnis. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat teknologi ini mampu membantu menganalisis data, memberikan insight, melayani customer, bahkan menyentuh proses pengambilan keputusan.

"Dengan munculnya AI agent, kita melihat pergeseran dari AI yang utamanya menghasilkan informasi menjadi AI yang dapat mengeksekusi tugas dengan berbagai tingkat otonomi," ungkap dia dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2026 'Best AI Ecosystem', Jumat (30/10/2026).

Syifa memaparkan Agentic AI dapat mengejar target tertentu, seperti berinteraksi dengan data perusahaan hingga akhirnya menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Jadi, katakanlah sebagai contoh, dalam hal penerimaan pesanan (order-taking), kita melihat bahwa AI telah membantu bisnis untuk merangkum obrolan atau mungkin merespons pelanggan, mereka memberikan jawabannya," tambah dia.

"Namun dengan hadirnya AI agent, tidak hanya mampu menginterpretasikan isi obrolan, mereka juga dapat mengambil informasi pelanggan dan produk, lalu memeriksa apakah stok tersedia atau tidak, dan kemudian memproses seluruh pesanan penjualan tersebut," lanjut Syifa.

Dia menambahkan dalam mengadopsi AI, seseorang perlu memiliki cakupan wewenang yang spesifik. AI yang digunakan harus mengetahui hal yang bisa dan tidak dapat dilakukan.

"AI agent dapat membuat pesanan pembelian (purchase order), sebagai contoh, dengan mudah. Namun ketika memproses pengadaan atau komitmen dengan nilai tertentu, AI tersebut harus tahu kapan harus meminta persetujuan dari seorang manajer," ujar dia.

Meski demikian adopsi AI ini membawa tantangan baru bagi perusahaan. Hal ini karena Agentic AI relatif mudah diakses karena disediakan oleh berbagai platform.

"Tetapi memastikan AI agent tersebut benar-benar bekerja dengan data bisnis adalah hal yang berbeda. Jadi, ya, itulah yang akan menjadi tantangan bagi bisnis, yaitu membuat mereka dapat diandalkan dan dipercaya," pungkas dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Konten Viral AI Bertebaran di Medsos, Ini Cara Cek Biar Tak Tertipu


Most Popular
Features