RI Bakal Sumbang 40% Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
30 October 2026 14:11
Wamenkomdigi Nezar Patria. (CNBC Indonesia/Novina)
Foto: Wamenkomdigi Nezar Patria. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Bahkan ia menyebut Indonesia mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi digital sebesar 40% di kawasan Asia Tengara.

"Diproyeksikan ekonomi digital tumbuh sampai USD 365 miliar di tahun 2030 dan itu di Indonesia, dan di Asia Tengara diperkirakan sampai USD 1 triliiun di 2030," ungkap dia dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2026 'Best AI Ecosystem', Jumat (30/10/2026).

Melihat hal itu, dia menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan infrastruktur dalam mendorong potensi tersebut. Pemerintah juga menyiapkan kolaborasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital.

"Dan talent dan perangkat regulasi bagaimana memitigasi risiko yang muncul terhadap adopsi AI, misalnya di financial services dan kesehatan," kata Nezar.

Untuk di sektor finansial, kata dia, AI tidak dapat menjadi pembuat keputusan. Sebab hal ini menimbulkan kekacauan sistemis yang.

Sementara di sektor kesehatan, penggunaan AI juga berisiko untuk diagnosis penyakit. Sehingga dalam pemanfaatan AI di sektor kesehatan, diagnosis tetap memerlukan tenaga kesehatan.

"Penggunaan AI kan, apalagi pakai Agentic AI, kita memberikan otoritas untuk membuat decision making. Apabila ada kesalahan, itu menjadi fatal. Itu bisa membuat kekacauan yang sistemis yang bisa saja terjadi," terang Nezar.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemasok Air Bersih Bisa Kecipratan Untung Investasi Data Center


Most Popular
Features