Geger Hutan Dibabat Habis Demi Proyek Data Center Raksasa

Redaksi,  CNBC Indonesia
30 October 2026 12:45
Ilustrasi data center. (Dok. Pexels)
Foto: Ilustrasi data center. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pihak kepolisian Finlandia resmi membuka penyelidikan pidana terkait dugaan pelanggaran hukum lingkungan di lokasi pembangunan pusat data (data center) raksasa milik raksasa Google di wilayah utara Finlandia.

Padahal, proyek data center ini merupakan bagian dari rencana investasi raksasa kecerdasan buatan (AI) bernilai US$15 miliar (sekitar Rp272 triliun) yang diumumkan anak usaha Alphabet tersebut bulan lalu. Google sempat mengklaim komitmen tersebut sebagai investasi terbesar mereka di kawasan Eropa.

Otoritas setempat mengungkapkan Tuike Finland, anak perusahaan Google, terindikasi melakukan pembabatan hutan dan pengeringan lahan (drainase) di lokasi proyek dekat kota Muhos. Kegiatan tersebut disinyalir dilakukan sebelum dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diwajibkan oleh hukum Finlandia selesai diproses.

Menanggapi langkah hukum tersebut, juru bicara Google menyatakan komitmennya untuk kooperatif dan mematuhi seluruh proses hukum yang berjalan.

"Kami telah bermitra erat dengan pemerintah dan masyarakat di Finlandia selama lebih dari satu dekade. Kami secara aktif merespons seluruh permintaan informasi dari otoritas terkait," ujar juru bicara Google, dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2026).

Polisi Bidik Pelanggaran Pengelolaan Air

Inspektur Detektif Kepolisian Finlandia, Kari Pakanen, menegaskan fokus utama penyidikan saat ini menyasar pada sistem tata kelola air di area proyek.

"Kami sedang menyelidiki apakah operasional perusahaan telah melanggar undang-undang perairan dan mengakibatkan kerusakan lingkungan," ujar Pakanen kepada Reuters.

Ia menambahkan, jika terbukti bersalah di pengadilan, anak usaha Google tersebut terancam sanksi denda korporasi. Namun, Pakanen masih enggan membeberkan apakah ada oknum individu atau eksekutif yang ikut terseret sebagai tersangka.

Berdasarkan temuan awal kepolisian, terdapat kerancuan dan kelalaian signifikan pada sistem drainase pengelolaan air di lokasi milik Tuike. Polisi dijadwalkan memberikan laporan perkembangan pada Desember mendatang, meski proses penyidikan diperkirakan bakal bergulir panjang hingga 2027.

Sebelumnya pada 6 Oktober, Badan Pengawas Lingkungan Finlandia (LVV) telah melayangkan perintah penghentian sementara seluruh aktivitas pengerjaan fisik yang mengubah bentang alam di Muhos dan satu lokasi proyek lainnya.

Pihak LVV mengaku belum bisa memastikan kapan izin keberlanjutan proyek dapat diterbitkan kembali.

Rebutan Energi dan Resiko Tarif Listrik

Finlandia belakangan menjadi 'gadis cantik' penyedot investasi data center global. Faktor iklim yang dingin, ketersediaan pasokan listrik rendah karbon, hingga dukungan hijau dari pemerintah menjadikan negara Nordik ini hub favorit infrastruktur AI.

Berbeda dengan beberapa negara Eropa lain atau Amerika Serikat, penolakan publik Finlandia terhadap proyek data center relatif minim, meski wilayahnya tergolong luas dengan populasi tergolong padat (di bawah 6 juta jiwa).

Namun, gempuran proyek data center AI diproyeksikan bakal mendongkrak konsumsi listrik nasional Finlandia hingga 40% dalam beberapa tahun ke depan, menurut perkiraan operator jaringan listrik nasional Fingrid.

Di Finlandia, komitmen investasi Google tak cuma menyasar data center, tetapi juga perbaikan jaringan listrik, proyek energi bersih, hingga fasilitas baterai demi menyokong ekosistem layanan digital mereka seperti Gemini, Google Search, Maps, hingga YouTube.

Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo sebelumnya menyambut hangat mega-investasi Google yang dinilai sanggup memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Orpo sempat menepis kekhawatiran publik bahwa serbuan data center akan menyedot pasokan energi nasional hingga memicu lonjakan harga tarif listrik bagi warga lokal.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Center AI Bawa Petaka, Hutan Gundul Hingga Air Berubah Cokelat


Most Popular
Features