Data Center AI Bawa Petaka, Hutan Gundul Hingga Air Berubah Cokelat
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspansi data center Google di Finlandia menuai kontroversi setelah perusahaan teknologi raksasa itu dituding menebang sekitar 250.000 pohon sebelum mengantongi seluruh persetujuan yang diwajibkan.
Pembukaan lahan tersebut meninggalkan tanah yang berlumpur dan diduga mendorong kawanan serigala masuk ke desa untuk mencari makan hingga membuat warga marah.
Melansir laman NYPost, Google membuka sekitar 816 hektare kawasan hutan di Finlandia utara untuk pembangunan infrastruktur data center guna mendukung industri kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang. Namun, langkah tersebut memicu kemarahan warga dan perhatian otoritas setempat akibat dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Pembangunan berlangsung di dekat kota kecil Muhos, sebelah tenggara Oulu, kota terbesar kelima di Finlandia. Foto-foto kondisi lahan setelah pembukaan hutan memperlihatkan hamparan tanah tandus, genangan air berlumpur, gundukan tanah, serta jejak kendaraan konstruksi.
Dampak pembukaan hutan juga dirasakan satwa liar. Hilangnya habitat membuat hewan-hewan meninggalkan kawasan tersebut, sementara predator seperti serigala diduga mencari makanan lebih dekat ke permukiman manusia.
Anni Ranta, warga desa Otanmäki yang berjarak sekitar 80 kilometer dari lokasi proyek, mengatakan kawanan serigala mulai masuk ke desa setelah satwa liar itu keluar dari kawasan hutan yang dibabat.
"Kami kedatangan serigala ke desa karena semua hewan liar pindah dari hutan," kata Ranta kepada The Guardian.
Pembukaan hutan juga dilaporkan menyebabkan sumber air di sekitar lokasi berubah menjadi kecokelatan dan mencemari aliran sungai yang bermuara ke Sungai Oulujoki.
Warga setempat turut mengecam cara Google membuka lahan. Mereka meminta perusahaan tersebut membantu memulihkan kerusakan lingkungan dan memberikan perhatian terhadap kerugian yang dialami masyarakat akibat ekspansi teknologi di wilayah itu.
"Ini dilakukan dengan cara yang salah. Gaya Amerika. Tidak masuk akal. Sama sekali tidak masuk akal," kata warga Muhos, Antti Jakonen.
Jakonen juga meminta agar Google membantu memulihkan populasi salmon lokal yang sebelumnya terdampak pembangunan pembangkit listrik tenaga air.
Selain persoalan lingkungan, Ranta khawatir pembangunan data center dapat menjadikan Finlandia sasaran serangan Rusia di tengah ketegangan geopolitik Eropa.
"Saya sama sekali tidak menginginkan mereka di Finlandia. Saya tidak menyukai seluruh gagasan AI dan perubahan dunia serta cara dunia berubah. Semuanya berjalan terlalu cepat, terlalu dini," ujarnya.
Kontroversi ini membuat otoritas Finlandia menghentikan sementara pekerjaan di dua lokasi proyek Google untuk mengevaluasi dampak lingkungannya.
Perusahaan tersebut dituding memulai pembukaan lahan sebelum menyelesaikan seluruh proses persetujuan yang diwajibkan, termasuk penilaian dampak lingkungan atau Environmental Impact Assessment (EIA).
Badan Perizinan dan Pengawasan Finlandia memberikan tenggat hingga 23 Oktober kepada Tuike Finland Oy, anak usaha yang menangani proyek Google, untuk menghentikan seluruh kegiatan di lokasi tersebut.
Kepala Departemen Lingkungan badan tersebut, Tommi Muilu, mengatakan sejumlah pekerjaan persiapan berskala besar telah dilakukan berdasarkan laporan yang tersedia, termasuk penebangan pohon, pengupasan lapisan tanah atas, pembangunan jalan proyek dan area penyimpanan, serta perubahan saluran air dan sistem drainase.
"Menurut pendapat kami, langkah-langkah tersebut akan mengubah lingkungan dan menimbulkan dampak. Identifikasi dan penilaian dampak tersebut merupakan salah satu tujuan utama prosedur EIA," kata Muilu.
Sementara itu, pimpinan Google Finlandia, Antti Järvinen, menyatakan perusahaan meyakini telah memiliki dasar perizinan yang memungkinkan pembukaan hutan dalam skala besar.
Namun, penjelasan tersebut mendapat kritik dari Hanna Halmeenpää, Ketua Asosiasi Konservasi Alam Finlandia (SLL). Ia menilai tindakan Google menunjukkan sikap arogan.
"Mereka membeli lahan yang sangat luas dan langsung menebangnya begitu saja. Itu murni arogansi dan sungguh mengejutkan," kata Halmeenpää.
Dua lokasi data center Google di dekat Muhos dan Kajaani, yang berjarak sekitar 145 kilometer satu sama lain, merupakan bagian dari investasi senilai US$15 miliar di Finlandia yang diumumkan pada September. Investasi tersebut ditujukan untuk memperkuat infrastruktur AI Google di kawasan Nordik.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]