China dan Amerika Tak Berani Serang Taiwan, Ternyata Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah perusahaan di Taiwan menempati posisi kunci dalam industri chip global, yang membuat pulau tersebut "dijamin aman" bahkan di tengah ketegangan antara China dan Amerika Serkat.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC adalah perusahaan di balik setiap perangkat canggih yang digunakan saat ini, mulai dari HP, komputer, hingga data center AI.
Tanpa kemampuan manufaktur TSMC, inovasi chip tercanggih yang muncul di AS dan China tak akan bisa terealisasi menjadi produk. Teknologi manufaktur TSMC membuat perusahaan ini tak tergantikan dalam rantai pasok semikonduktor global, yang dalam beberapa tahun terakhir makin sentral dalam ekonomi dunia didorong oleh perlombaan pengembangan AI.
Berikut adalah tahapan produksi dalam supply chain chip global:
Desainer chip
Kolase logo Samsung dan NVidia. (Reuters) Foto: Kolase logo Samsung dan NVidia. (Reuters) |
Di tahap pertama, perancang chip seperti Nvidia, Apple, AMD, Qualcomm, dan MediaTek menyusun desain sirkuit. Perusahaan-perusahaan ini sangat ahli dalam merancang yaitu memosisikan ratusan miliar transistor di dalam satu chip (chip standar di HP minimal memiliki 16 miliar transistor, GPU tercanggih Nvidia diisi oleh 336 miliar transistor). Namun, mereka tidak memiliki pabrik sendiri. TSMC berperan menerima desain dan panduan teknis, kemudian mencari cara untuk memproduksinya secara massal. Tidak ada fasilitas di dunia yang mampu memproduksi chip dengan desain kompleks dalam skala sebesar TSMC.
FILE PHOTO: Semiconductor chips are seen on a circuit board of a computer in this illustration picture taken February 25, 2022. REUTERS/Florence Lo/Illustration/File Photo Foto: REUTERS/Florence Lo |
Mesin cetak tenaga cahaya
Proses manufaktur di TSMC didukung oleh "mesin cetak" buatan perusahaan Belanda, ASML. Mesin litografi cahaya buatan ASML adalah mesin yang mampu "menggambar" pola sirkuit dalam ukuran nanometer ke dalam wafer silikon menggunakan cahaya ultra-violet. ASML mengembangkan mesin tersebut selama puluhan tahun bekerja erat dengan TSMC, sehingga perangkat yang dikirimkan dikalibrasi khusus sesuai kebutuhan proses produksi TSMC.
Selain mesin dari ASML, bahan baku seperti wafer silikon murni dan bahan kimia khusus disediakan oleh pemasok lain. TSMC menjadi pembeli terbesar sekaligus penguji utama bahan-bahan ini, sehingga standar kualitas yang ditetapkan perusahaan ini menjadi acuan bagi seluruh industri.
Manufaktur chip
Tahap inti adalah fabrikasi. Di sinilah desain digital diubah menjadi rangkaian sirkuit fisik di atas lempengan silikon. TSMC memproduksi sekitar 92 persen cip canggih dunia pada ukuran 3 nanometer dan lebih kecil. Pesaing seperti Samsung masih tertinggal dalam hal efisiensi dan kualitas, sedangkan Intel diperkirakan baru akan menyamai kemampuan tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Perakitan dan testing
Setelah fabrikasi selesai, wafer berisi chip dikirim ke mitra perakitan dan testing seperti ASE dan Amkor. TSMC menetapkan standar kualitas yang harus dipenuhi, serta menentukan kriteria lolos uji. Kualitas keluaran pabrik lain belum tentu setara, sehingga standar TSMC menjadi acuan bagi seluruh industri.
Chip yang sudah teruji kemudian dikirim ke produsen perangkat seperti Apple, Dell, Samsung, produsen server data center, hingga pabrik mobil listrik. TSMC menjamin pasokan berjalan lancar agar produksi tidak terhenti. Jika pengiriman tertunda, rilis produk ditunda, pabrik perangkat berhenti beroperasi, dan pasar global ikut terganggu.
Mengapa TSMC Tak Tergantikan?
Kekuatan TSMCÂ gabungan beberapa kemampuan yang sangat sulit untuk ditiru.
Infografis/ Asia Kuasai 80% Industri Elektronik Dunia, China Rajanya/ Ilham Restu Foto: Infografis/ Asia Kuasai 80% Industri Elektronik Dunia, China Rajanya/ Ilham Restu |
Pertama, teknologi prosesnya berada jauh di depan pesaing. Saat ini chip paling canggih, berukuran 3 nanometer dan 2 nanometer, hampir seluruhnya dibuat di pabrik TSMC.
Kedua, skala produksinya tak tertandingi. Membangun satu pabrik cip canggih memerlukan biaya antara US$ 30 miliar hingga US$ 40 miliar atau setara Rp 525 triliun hingga Rp 700 triliun, dan setelah selesai pun belum tentu kualitasnya setara dengan TSMC. Perusahaan ini telah mengumpulkan puluhan tahun pengetahuan rahasia, metode produksi, dan hubungan kerja sama yang tidak bisa dibeli maupun disalin dalam waktu singkat.
Ketiga, seluruh industri telah menyesuaikan diri dengan TSMC. Ratusan perusahaan merancang produk mereka berdasarkan kemampuan proses TSMC. Mengalihkan produksi ke tempat lain berarti mendesain ulang chip dari awal, menyesuaikan teknologi, dan memakan waktu bertahun-tahun.
Konsentrasi ini sekaligus menjadi risiko terbesar bagi perekonomian dunia. Hampir seluruh kapasitas chip canggih terkonsentrasi di pulau Taiwan, wilayah yang secara politik masih sensitif. Gangguan apa pun, mulai dari gempa bumi, pemadaman listrik, hingga ketegangan politik, dapat menghentikan pasokan chip ke seluruh dunia dalam hitungan hari.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

