Krisis 2026 Makin Parah, Pengusaha Mengaku Sudah Kewalahan
Jakarta, CNBC Indonesia - Meledaknya teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat permintaan chip canggih dunia terus melonjak. Namun, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) mengakui kapasitas produksinya masih belum mampu mengejar kebutuhan pasar dan kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan.
CEO TSMC C.C. Wei mengatakan pasokan chip global perusahaan masih akan tertinggal dari permintaan yang didorong oleh perkembangan AI. Menurutnya, kapasitas produksi tetap menjadi hambatan utama dalam pembangunan infrastruktur komputasi global.
Wei mengungkapkan TSMC belum akan mampu memenuhi seluruh permintaan pelanggan, terutama dari Amerika Serikat, meskipun perusahaan terus menambah kapasitas manufaktur di AS dalam beberapa tahun mendatang.
"Butuh waktu lama sebelum kami dapat memenuhi seluruh permintaan pelanggan," kata Wei, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (5/6/2026).
Meski menghadapi lonjakan permintaan, TSMC memastikan tidak akan menaikkan harga secara agresif seperti yang pernah terjadi di industri chip memori. Wei menegaskan perusahaan memilih menjaga stabilitas bisnis dalam jangka panjang.
Di tengah tantangan pasokan tersebut, TSMC tetap optimistis terhadap kinerja bisnisnya. Wei menegaskan proyeksi pertumbuhan penjualan lebih dari 30% sepanjang tahun ini, sejalan dengan revisi target yang diumumkan beberapa pekan lalu.
TSMC memasok semikonduktor canggih untuk sejumlah raksasa teknologi seperti Nvidia dan Advanced Micro Devices. Perusahaan juga terus memperluas kapasitas produksi di luar Taiwan untuk memenuhi kebutuhan industri AI global.
Namun, ekspansi tersebut dinilai masih belum cukup. Pasalnya, perusahaan-perusahaan hyperscaler diperkirakan menggelontorkan investasi hingga US$725 miliar untuk pengembangan AI sepanjang tahun ini.
Dalam rencana ekspansinya di Amerika Serikat, TSMC menargetkan pembangunan sedikitnya empat pabrik chip tambahan di luar enam fasilitas yang telah diumumkan sebelumnya. Proyek tersebut merupakan bagian dari kerja sama perdagangan AS-Taiwan dengan nilai investasi yang telah mencapai US$165 miliar.
Langkah itu diperkirakan membutuhkan tambahan modal sekitar US$100 miliar. Wei menambahkan, dua bidang lahan yang telah diakuisisi TSMC di Arizona cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspansi perusahaan selama satu dekade ke depan.
Sebelumnya pada April lalu, TSMC juga menaikkan proyeksi penjualan tahunan dan mengindikasikan belanja modal perusahaan berpotensi mendekati batas atas target yang telah ditetapkan, yakni hingga US$56 miliar.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]