Neraka Bocor Hantam Bumi, Manusia Bersiap Rasakan Dampaknya

Redaksi,  CNBC Indonesia
05 June 2026 15:30
Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang masih berkobar di daerah Franschhoek, Cape Town, Afrika Selatan, 21 Januari 2026. (REUTERS/Esa Alexander)
Foto: Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang masih berkobar di daerah Franschhoek, Cape Town, Afrika Selatan, 21 Januari 2026. (REUTERS/Esa Alexander)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia sedang dihadapkan pada krisis bertubi-tubi dari berbagai penjuru. Di tengah konflik geopolitik dan perang di Timur Tengah, terjadi pula krisis kelangkaan chip memori global yang memicu lonjakan harga komoditas tertentu.

Tak berhenti sampai di situ, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memastikan fenomena El Nino sedang terbentuk. El Nino ini berpotensi memicu gelombang panas, kekeringan, banjir hingga badai tropis yang lebih dahsyat di berbagai belahan dunia sepanjang tahun ini.

Para ilmuwan memperingatkan dampaknya bisa jauh lebih buruk dibandingkan siklus El Nino sebelumnya karena diperkuat oleh perubahan iklim global.

Dalam pernyataan terbarunya, enyebut peluang terbentuknya El Nino pada periode Juni hingga Agustus mencapai 80%, sementara kemungkinan fenomena tersebut bertahan setidaknya hingga November mencapai 90%. Pernyataan ini menjadi sinyal paling kuat sejauh ini mengenai kedatangan El Nino tahun ini.

Banyak pihak yang sudah menyoroti dampaknya bagi ketahanan pangan dan kelangsungan hidup. Di sisi lain, beberapa pakar juga membahas keterkaitan El Nino dengan tingkat kelahiran.

Teori 'baby boom' atau ledakan bayi selama ini kerap dikaitkan dengan cuaca hangat. Beberapa orang menilai ketika cuaca lebih hangat, orang-orang menjadi lebih optimis, sehingga kemungkinan berhubungan intim lebih tinggi.

Namun, tak ada keterkaitan langsung antara cuaca yang lebih hangat dengan kenaikan tingkat kelahiran.

Menurut pakar hubungan, Gemma Logan, cuaca yang hangat dan nyaman memang cenderung meningkatkan suasana hati, mendorong koneksi sosial, dan meningkatkan keintiman.

"Jam siang yang lebih panjang bisa meningkatkan suasana hati dan kesehatan mental. Seringkali hal ini turut memengaruhi kepuasan dalam hubungan dan keintiman yang lebih kuat," kata Logan kepada Tyla, dikutip dari Vice, Jumat (5/6/2026).

Laporan MailOne menemukan lebih banyak bayi lahir sembilan bulan pasca libur tengah tahun di Inggris dibandingkan pada waktu lain dalam setahun. Hal ini mendukung gagasan bahwa cuaca dan suasana hati yang baik memiliki efek berkelanjutan yang dapat diprediksi.

Namun, hubungan antara cuaca hangat dan gairah seksual hanya sampai pada batas tertentu. Logan memperingatkan bahwa paparan suhu tinggi yang berkepanjangan dapat memengaruhi kualitas sperma untuk sementara waktu.

Setelah titik tertentu, kondisi tersebut berhenti menguntungkan siapa pun. Perlu ditekankan pula bahwa cuaca hangat artinya tak sampai pada cuaca panas 'bak neraka' yang justru membawa banyak dampak bagi kehidupan manusia.

Dr. Lucy Hooper, seorang dokter umum praktik swasta dan salah satu pendiri Coyne Medical, langsung membahas aspek biologinya.

"Produksi sperma sangat sensitif terhadap suhu, dan penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa cuaca panas menekan kualitas sperma, mengurangi jumlah, konsentrasi, dan morfologi normal," katanya.

"Jadi, meskipun liburan musim panas mungkin menciptakan suasana romantis, biologi belum tentu mendukungnya," ia menekankan.

Hooper juga menyorot kondisi 'resesi seks' yang kian buruk dari waktu-ke-waktu. Tingkat kesuburan global diproyeksikan akan turun menjadi sekitar 1,8 pada 2050 mendatang.

"Fluktuasi jangka pendek memang terjadi, tetapi tidak ada perubahan musiman atau iklim yang akan membalikkan tren tersebut," katanya.

Cuaca hangat membuat orang bahagia, dan orang bahagia lebih sering berhubungan seks. Sayangnya, panas ekstrem, seperti Super El Niño, merusak suasana hati dan jumlah sperma.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Kiamat Sudah Dekat Makin Jelas Muncul di Sawah


Most Popular
Features