Terigur Duit AI, Pabrik Toilet Sekarang Mau Bisnis Chip

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
24 June 2026 10:10
Toilet termahal yang ditawarkan oleh TOTO adalah toilet tipe NEOREST NX2 CS 901 KVT tipe ini dibanderol dengan harga Rp315 juta. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla Putri)
Foto: Toilet termahal yang ditawarkan oleh TOTO adalah toilet tipe NEOREST NX2 CS 901 KVT tipe ini dibanderol dengan harga Rp315 juta. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla Putri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan industri chip untuk kecerdasan buatan (AI) makin masif. Bahkan, produsen perlengkapan kamar mandi asal Jepang, Toto, juga ikut gelontorkan dana di industri ini.

Toto rencananya akan menginvestasikan 80 miliar yen atau sekitar Rp 8,8 triliun dalam lima tahun ke depan untuk memperluas bisnis material semikonduktor. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan teknologi manufaktur chip generasi berikutnya dengan ukuran sirkuit di kisaran 1 nanometer (nm).

Meski lebih dikenal sebagai produsen produk sanitasi berbahan keramik, Toto kini justru menjadikan bisnis terkait semikonduktor sebagai mesin utama keuntungan perusahaan. Lonjakan permintaan chip AI mendorong pertumbuhan bisnis tersebut dan ikut mengubah lanskap manufaktur Jepang yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan transformasi struktural.

Toto saat ini memusatkan kegiatan riset dan pengembangan di fasilitasnya yang berada di Prefektur Kanagawa. Fasilitas tersebut berfokus pada dukungan produksi semikonduktor logika dengan target lebar jalur sirkuit di kisaran 1 nm, yang dinilai beberapa generasi lebih maju dibandingkan dengan teknologi yang tersedia saat ini.

Secara umum, semikonduktor logika akan memiliki kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi seiring semakin kecilnya ukuran jalur sirkuit. Saat ini, produsen chip kontrak terbesar dunia, yakni Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, telah memproduksi massal chip logika tercanggih dengan teknologi 2 nm.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Toto akan memasang peralatan terbaru di pabriknya yang berada di Prefektur Oita dan Fukuoka, di Pulau Kyushu, Jepang bagian barat daya. Kedua fasilitas tersebut saat ini beroperasi pada kapasitas penuh.

Selain itu, pembangunan gedung pembakaran baru di fasilitas Fukuoka dijadwalkan rampung pada Januari mendatang. Jika permintaan pasar tetap tidak dapat dipenuhi setelah ekspansi tersebut, Toto menyatakan akan mempertimbangkan pembangunan pabrik baru.

Perusahaan menargetkan total investasi sekitar 80 miliar yen hingga tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2030. Dari jumlah tersebut, Toto telah memutuskan investasi senilai 39 miliar yen, sementara sisanya akan direalisasikan sesuai perkembangan kondisi pasar, demikian dikutip CNBC Indonesia dari Nikkei Asia, Rabu (24/6/2026).

Toto mulai memasuki bisnis material semikonduktor mulai 1980-an dengan memanfaatkan teknologi pembakaran keramik yang sebelumnya dikembangkan untuk produk sanitasi. Salah satu produk utamanya adalah electrostatic chuck, perangkat yang digunakan untuk menahan wafer semikonduktor selama proses produksi.

Produk tersebut dikenal memiliki daya tahan tinggi berkat penggunaan keramik dengan tingkat kemurnian tinggi. Selain itu, Toto juga memiliki keunggulan dalam material yang diproduksi menggunakan metode aerosol deposition, yakni teknik pelapisan dengan menyemprotkan partikel keramik berukuran sangat halus secara langsung ke permukaan material.

Bisnis semikonduktor Toto sempat mencatat kerugian selama bertahun-tahun. Namun, permintaan melonjak sejak sekitar 2020 seiring pesatnya perkembangan industri chip AI, sehingga bisnis ini bertransformasi menjadi sumber keuntungan utama perusahaan dan melampaui bisnis inti perlengkapan sanitasi.

Pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, divisi New Domain Business milik Toto yang menaungi bisnis material semikonduktor membukukan kenaikan penjualan 34% menjadi 67,4 miliar yen. Sementara itu, laba operasional melonjak 42% menjadi 28,9 miliar yen.

Meski kontribusi penjualannya hanya sekitar 10% dari total pendapatan perusahaan, laba yang dihasilkan divisi tersebut telah melampaui bisnis peralatan perumahan, termasuk produk sanitasi keramik. Bahkan, unit tersebut kini menyumbang lebih dari separuh total keuntungan Toto.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Tiba-Tiba 'Meledak', Tanda Krisis Dunia Makin Parah


Most Popular
Features