Alasan Elon Musk Pindah dari Taiwan ke Korea Selatan

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
18 June 2026 07:40
CEO Tesla Elon Musk memegang telepon seluler saat tiba untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)
Foto: CEO Tesla Elon Musk memegang telepon seluler saat tiba untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan milik Elon Musk, Neuralink bermitra dengan Samsung untuk pembuat chip generasi terbarunya. Sementara itu, Neuralink juga dilaporkan menghentikan kerja sama dengan TSMC.

Sebelumnya raksasa semikonduktor asal Taiwan pernah bekerja untuk memproduksi chip Neuralink generasi ketiga. Namun dari laporan Korea Economic Daily menyebutkan kerja sama itu tak lagi dilanjutkan.

Laporan yang sama juga menyinggung soal pemesanan jumlah besar yang diterima TSMC karena ledakan AI. Fenomena ini membuat jalur pasokan perusahaan terhambat, meski sudah berupaya dengan meningkatkan kapasitas bulanan hingga 175 ribu unit wafer untuk litografi 3nm.

Praktis, masalah jalur pasokan TSMC membuka peluang untuk Samsung. Sebelumnya Tesla telah bekerja sama untuk AI6 dan AI6.5.

Samsung akan menggunakan chip dengan proses 4nm. Namun laporan Korea Economic Daily tak menyebutkan alasan node yang telah mapan digunakan pada chip tersebut.

Mengutip Wccftech, kemungkinannya karena berkaitan dengan Samsung yang telah mencapai stabilitas lebih baik dalam proses tersebut dibandingkan yang lebih baru.

Dengan strategi tersebut memastikan keandalan lebih baik dan pengiriman chip juga tepat waktu.

Samsung kemungkinan bisa memproduksi dan mengirimkan batch pertama chip Neuralink uji cova pada semester pertama tahun 2027. Untuk produksi massal paling cepat baru akhir tahun depan.

Wccftech menuliskan perbedaan chip generasi keempat ini adalah dapat memasukkan data dari perangkat menuju otak. Tujuannya agar bisa mengaktifkan fungsi fisik penggunanya, contohnya bisa mengembalikan penglihatan pasien dengan simulasi neuron otak.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Elon Musk Sombong, Sebut Ciptaannya Setara Keajaiban Yesus Kristus


Most Popular
Features