Data Center Menjamur Tak Berarti Kedaulatan AI RI, Ini Rencana Komdigi

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
23 October 2026 09:05
Artificial Intelligence (AI). (REUTERS/Aly Song)
Foto: REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan kapasitas data center di Indonesia belum otomatis memperkuat kedaulatan kecerdasan buatan (AI).

Pemerintah menilai Indonesia perlu menguasai fondasi teknologi, mulai dari infrastruktur komputasi hingga industri semikonduktor, agar mampu bersaing dalam rantai pasok teknologi global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Indonesia perlu mengamankan titik-titik strategis dalam rantai pasok global untuk membangun industri AI yang mandiri.

"Kalau kita bicara tentang strategi kita untuk kedaulatan digital, kita harus mengamankan sejumlah choke point dari rantai pasok global untuk memperkuat industri AI," ujar Nezar, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Menurut Nezar, kedaulatan digital perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem yang mencakup infrastruktur fisik, data, keamanan siber, tata kelola, serta kemampuan riset dan inovasi.

Penguasaan teknologi dinilai tidak cukup diukur dari ketersediaan data center, tetapi juga dari kemampuan nasional mengembangkan dan menguasai teknologi strategis yang menopang ekosistem AI.

Ia menegaskan kapasitas komputasi atau computing power menjadi fondasi penting dalam persaingan teknologi global.

Kemampuan tersebut ditopang pasokan energi yang andal, konektivitas yang tangguh, pusat data, komputasi awan, serta industri semikonduktor.

"Di era artificial intelligence ini, komputasi punya posisi seperti listrik bagi ekonomi digital. Jadi, listriknya ekonomi digital itu compute power," ucapnya.

Saat ini, kapasitas pusat data Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 580 megawatt dan ditargetkan meningkat menjadi 1,3 gigawatt pada 2027-2028.

Namun, angka tersebut masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang memiliki kapasitas sekitar 3 gigawatt.

Nezar menilai Indonesia perlu memperkuat perencanaan dan tata kelola pembangunan pusat data agar pertumbuhannya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan.

"Kita perlu menata dan kemudian juga memberikan safeguard dalam pembangunan data center ini supaya dia bisa bertumbuh baik ke depannya," ujarnya

Selain infrastruktur komputasi, penting juga memperkuat industri semikonduktor sebagai bagian dari strategi penguasaan teknologi dari hulu.

"Kita punya nikel, kita punya bauksit, kita punya timah, kita punya emas, kita punya sejumlah logam tanah jarang yang sebetulnya sedang diburu di tingkat global untuk memperkuat industri semikonduktor," ungkap Nezar.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi komponen bernilai tambah agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga menjadi bagian dari proses produksi teknologi.

Penguatan industri hulu ini perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kapasitas komputasi, riset, dan inovasi nasional.

Pemerintah menargetkan Indonesia Digital 2045 sebagai arah pembangunan ekosistem teknologi yang mandiri, kompetitif, dan inklusif.

Untuk mencapai visi tersebut, Indonesia perlu memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan teknologi sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkom Perkuat Kedaulatan Digital, RI Jadi Indo-Pacific Digital Hub


Most Popular
Features