PERURI Siap Garap Industri Chip Nasional, Lepas Ketergantungan Impor

Redaksi,  CNBC Indonesia
15 October 2026 17:26
Ilustrasi Chip (Dok: Freepik)
Foto: Ilustrasi Chip (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia berlomba-lomba mengembangkan industri chip demi menopang pengembangan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI). Saat ini, Amerika Serikat (AS) dan China merupakan dua negara yang paling getol menggenjot industri chip.

Indonesia juga mulai menyasar pengembangan industri chip untuk memperkokoh kedaulatan teknologi. 

Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia resmi menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mendorong Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) merambah industri teknologi canggih melalui pembangunan industri chip nasional.

Kesepakatan strategis ini mengemuka dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta jajaran Direksi PERURI di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (14/10/2026), dikutip dari akun Instagram Danantara.

Langkah berani ini diambil guna memangkas ketergantungan Indonesia terhadap pasokan komponen semikonduktor dari luar negeri. Fokus utama pengembangan industri chip nasional ini akan disasar pada penguasaan teknologi tingkat tinggi, mulai dari hulu hingga tahap desain chip (chip design).

Inisiatif ini diproyeksikan menjadi batu pijakan penting dalam memperkokoh kedaulatan dan kemandirian teknologi nasional. Kehadiran chip buatan dalam negeri sangat krusial, utamanya untuk memperketat sistem pengamanan dokumen negara hingga mengakselerasi ekosistem produk digital strategis Indonesia.

Melalui transformasi ini, peran PERURI dipastikan bakal makin melesat, tidak lagi sekadar BUMN pembuat uang kertas dan dokumen fisik, tetapi bertransformasi menjadi pemain utama perusahaan berbasis teknologi tinggi di tanah air.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dorong Kedaulatan Digital, Telkom Perkuat Kolaborasi Pentahelix


Most Popular
Features