Ditangkap, Mata-Mata Pencipta ChatGPT Mau Kabur ke Arab Saudi

Redaksi,  CNBC Indonesia
15 October 2026 08:25
OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di balik pintu ruang rapat paling rahasia di OpenAI, tempat pemimpin tertinggi membahas rencana masa depan AI dunia, tersembunyi sesuatu yang tidak seharusnya ada. Sebuah alat perekam ditemukan tertanam di belakang layar televisi ruangan itu, dan jejak mengarah kepada salah satu orang kepercayaan perusahaan sendiri, dikutip Kamis (15/10/2026).

Abdulrahman Alfozan, pria berusia 35 tahun yang menjabat sebagai Kepala Teknik di OpenAI, ternyata memiliki kehidupan kedua. Di samping perannya mengembangkan sistem kecerdasan buatan canggih bagi perusahaan Amerika tersebut, ia juga menjabat sebagai mitra investasi di Raed Ventures, sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Arab Saudi. Lembaga itu sendiri terkait erat dengan lingkaran kekuasaan kerajaan dan menerima pendanaan langsung dari lembaga keuangan negara.

Ketika alat perekam itu ditemukan pada akhir September, penyelidikan berjalan cepat. Rekaman pengawasan menunjukkan Alfozan berulang kali mendekati ruangan tertutup itu pada waktu yang tidak wajar. Saat diperiksa, ditemukan pula alat perekam kedua di tas yang sempat ditinggalkannya, buatan yang sama persis dengan yang pertama.

Namun yang paling mengagetkan peneliti bukan sekadar penemuan itu. Ternyata, jauh sebelum masalah terungkap, Alfozan sudah bersiap ke luar negeri. Ia telah memesan tiket penerbangan satu arah dari San Francisco menuju Arab Saudi melalui Istanbul, dengan jadwal keberangkatan tinggal tiga hari setelah ia akhirnya ditangkap pada 9 Oktober. Bersamanya dalam daftar penumpang ada istri dan salah satu anggota keluarganya, seolah-olah ia tahu waktunya hampir habis.

Penuntut federal menyampaikan bahwa rencana pelarian ini menunjukkan adanya kesadaran penuh atas perbuatannya. Posisi gandanya membuat situasi makin rumit.

Di satu sisi ia memegang akses mendalam terhadap pengembangan teknologi inti OpenAI, sedangkan di sisi lain ia terhubung langsung dengan lingkaran investasi yang didukung negara Arab Saudi. Bahkan, pada saat yang sama, OpenAI sendiri sedang menjajaki kerja sama investasi besar dengan Dana Investasi Publik Arab Saudi.

Hingga kini, Alfozan belum didakwa atas tuduhan spionase atau pencurian data rahasia. Tuduhan yang dikenakan sejauh ini hanya berupa penggunaan alat penyadap, yang terancam hukuman penjara hingga 5 tahun. OpenAI juga menyatakan tidak ada bukti bahwa data inti, kode sumber, atau informasi pelanggan telah diambil.

Namun di mata publik, kasus ini menimbulkan pertanyaan yang jauh lebih dalam: siapa yang sebenarnya mengetahui apa yang terekam di ruangan itu, dan apakah ini merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas lagi?

Pengacara Alfozan menegaskan kliennya tidak bersalah dan menuduh pihak penuntut memanfaatkan latar belakang negaranya untuk memengaruhi opini publik. Sementara itu, sidang penetapan status tahanan dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober mendatang.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Karyawan Terancam Dipenjara Usai Rekam Ucapan Bos Saat Rapat


Most Popular
Features