Arab Mau Tebus Mata-Mata di OpenAI dari Penjara, Berapa Pun Dibayar

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
21 October 2026 07:10
OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi dilaporkan mendapat dukungan besar untuk pelaku penyadapan di kantor OpenAI, Abdulrahman Alfozan. Ini disampaikan jaksa federal dalam dokumen pengadilan.

Alfozan yang merupakan mantan insinyur OpenAI dituding memasang alat perekam di belakang TV yang berada di ruang konferensi eksekutif perusahaan. Selama waktu perangkat dipasang, pertemuan yang melibatkan pejabat pemerintahan berlangsung di sana.

Dia diketahui berencana pergi ke Riyadh. Namun kemudian ditangkap dan diselidiki oleh kejaksaan Amerika Serikat (AS).

Menurut jaksa dalam dokumen pengadilan itu, Alfozan kerap berkomunikasi dengan anggota keluarga kerajaan Saudi. Bahkan seorang pejabat militer Saudi membayar tiket pesawat sekali jalan bagi istri dan putra Alfozan ke Araba Saudi setelah dia ditangkap.

"Terdakwa berupaya membuat perangkat perekam terenkripsi yang disesuaikan untuk diam-diam merekam pertemuan yang sangat sensitif melibatkan personel dan eksekutif senior OpenAI, rekan bisnis tingkat tinggi dan pejabat pemerintah, sambil berkomunikasi dengan individu-individu penting di Arab Saudi serta mengejar peluang dan berencana melakukan perjalanan ke Arab Saudi," isi memo penahanan, dikutip dari Reuters, Selasa (20/10/2026).

Bahkan, Konsulat Arab Saudi di Los Angeles bersedia membayar uang jaminan berapa pun untuk membebaskan Alfozan. Namun, hakim menolak mentah-mentah tawaran tersebut karena Alfozan dinilai berisiko kabur ke luar negeri.

Pengacara Alfozan mengatakan rencana perjalanan kliennya telah dipesan jauh sebelum dirinya dalam penyelidikan. Tujuannya terkait alasan keluarga dan imigrasi.

Kepergian Alfozan rencananya berlangsung selama dua bulan. Sementara istri dan anaknya disebut akan pindah secara permanen di Arab Saudi dan Alfozan juga akan bergabung nanti.

Alfozan juga sempat mengaku kerap pergi ke Arab Saudi sebanyak tiga atau empat kali dalam setahun. Dia mengikuti perkembangan di sana dan memberikan nasihat atau bimbingan kepada startup setempat.

Bahkan dia mengatakan sempat bertemu dengan Paanagerana Mohammed bin Salman yang saat itu menjabat sebagai wakil putra mahkota pada 2016 di Silicon Valley.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ditangkap, Mata-Mata Pencipta ChatGPT Mau Kabur ke Arab Saudi


Most Popular
Features