Krisis Makin Parah, Barang Jadul Dipakai di Komputer Baru

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
15 October 2026 10:20
FILE PHOTO: Semiconductor chips are seen on a circuit board of a computer in this illustration picture taken February 25, 2022. REUTERS/Florence Lo/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Florence Lo

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi terus memutar otak menyelesaikan masalah kelangkaan memori yang masih berlanjut hingga sekarang. Intel dan AMD memilih jalan untuk melirik RAM lawas DDR4 sebagai solusi fenomena ini.

DDR4 hadir dengan dukungan untuk pembaruan prosesor, soket motherboard, dan chipset lama. Pada Intel, Gigabyte mengumumkan dua lini motherboard terbaru akan dibangun di atas soket LGA 1700.

Soket ini mendukung DDR4 dan DDR5, Intel telah beralih menggunakan DDR5 saja pada 2025. Kini dukungan itu kembali untuk prosesor yang akan diluncurkan awal tahun depan.

AMD juga melakukan hal serupa. Gigabyte telah mengumumkan seri motherboard baru untuk platform AM4 bersamaan dengan perilisan ulang prosesor AMD Ryzen 7 5800X3D.

Analytics Insight mencatat langkah tersebut membuat platform perangkat keras lama bisa tetap relevan saat pengguna ingin meningkatkan sistemnya. Ini bisa dilakukan tanpa perlu membayar harga yang lebih mahal.

Sebagai informasi, harga DDR5 sekarang sudah lebih dari dua kali lipat dari DDR4 yang diperkenalkan 2014 lalu. Ini terjadi meski memori DDR4 juga mengalami kenaikan harga pada pertengahan tahun 2025 lalu.

Contohnya, satu set RAM Corsair Vengeance DDR5 32GB dibanderol US$620 (Rp 11,1 juta) berbanding dengan US$260 (Rp 4,6 juta) untuk DDR4.

Harga RAM kemungkinan tidak akan turun dalam waktu dekat. Dengan penggunaan DDR4 yang lebih lawas membuat pengguna bisa mengeluarkan harga yang lebih sedikit untuk memperbarui PC nya.

Termasuk bagi mereka yang masih menggunakan DDR4, dukungan itu juga menjadi alasan untuk tetap mempertahankan platform dibandingkan menggantinya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Nvidia, Perusahaan Ini Cuan Besar Berkat AI Buatan Meta


Most Popular
Features