Harga HP dan Laptop Mau Naik Lagi Gara-Gara Robot, Begini Alasannya

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
06 October 2026 12:15
Harga RAM di Indonesia mengalami kenaikan sejak beberapa bulan lalu. Fenomena tersebut terjadi saat krisis chip RAM terjadi secara global. (CNBC Indonesia/Novina)
Foto: Harga RAM di Indonesia mengalami kenaikan sejak beberapa bulan lalu. Fenomena tersebut terjadi saat krisis chip RAM terjadi secara global. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis memori diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Produsen chip memori asal Amerika Serikat, Micron, memperingatkan permintaan DRAM dan NAND bakal makin tinggi pada 2027 dan 2028, seiring lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI), termasuk untuk pengembangan robot.

Micron menyebut kondisi pasokan dan permintaan memori serta penyimpanan pada 2027 dan 2028 akan jauh lebih ketat dibandingkan tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Micron dalam paparan hasil kinerja perusahaan. Micron sebelumnya bahkan telah menghentikan penjualan memori langsung kepada konsumen demi mengejar permintaan dari industri AI.

CEO Micron Sanjay Mehrotra mengatakan lebih dari 75% produksi perusahaan pada 2027 sudah dipesan.

"Mayoritas pembicaraan kami dengan pelanggan saat ini sudah berkaitan dengan 2028. Pelanggan ingin mendapatkan kepastian sekarang, bahkan untuk periode setelah 2030," ujar Mehrotra, dikutip dari PCMag, Selasa (6/10/2026).

Micron memperkirakan pengiriman DRAM dan NAND secara industri akan tumbuh sekitar 20% dalam dua tahun ke depan. Namun, pertumbuhan produksi diprediksi tetap tidak mampu mengejar permintaan karena perusahaan AI terus memborong komponen memori untuk membangun pusat data baru.

Produsen memori memang tengah menambah kapasitas produksi melalui pembangunan fasilitas manufaktur baru atau clean room.

Namun, Micron mengatakan tambahan kapasitas tersebut belum cukup untuk segera mengatasi kekurangan pasokan.

"Dengan tren permintaan yang kuat, termasuk permintaan tambahan dari pelanggan, kami tidak memiliki gambaran kapan pasokan dan permintaan akan kembali seimbang," kata perusahaan.

Mehrotra menambahkan, kondisi pasokan dan permintaan justru makin ketat. Pembangunan clean room membutuhkan waktu lama dan kapasitas produksi tidak bisa langsung maksimal setelah fasilitas selesai dibangun.

"Secara keseluruhan, rantai pasokan dan permintaan semakin ketat. Bahkan dengan adanya ruang clean room baru pada 2028, kami melihat kondisi pasokan tetap ketat karena, pertama-tama, clean room membutuhkan waktu lama untuk dibangun," ujarnya.

Micron juga berencana meningkatkan belanja untuk produksi DRAM pada tahun depan. Namun, harga memori, khususnya High Bandwidth Memory (HBM) yang digunakan pada chip AI, juga mulai naik.

Mehrotra mengatakan sebagian besar kapasitas HBM Micron untuk 2027 sudah terjual dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan 2026.

"Harga HBM kami dinegosiasikan dengan pelanggan tahun lalu, dan kami menyebutkan bahwa untuk 2027, sebagian besar volumenya sudah terjual habis, dan harganya jauh lebih tinggi dibandingkan harga 2026," kata dia.

Krisis memori bahkan berpotensi berlanjut hingga 2030. Eksekutif perusahaan pemasok chip lain, SK Hynix, sebelumnya juga memperingatkan kemungkinan tersebut.

Dampaknya mulai terasa pada produk elektronik. Produsen komputer dan perangkat elektronik terus menaikkan harga untuk mengimbangi biaya komponen yang semakin mahal.

Produsen komputer mini Raspberry Pi kembali menaikkan harga. Raspberry Pi 4 dan Raspberry Pi 5 versi RAM 2 GB masing-masing naik US$12,50 menjadi US$67,50 dan US$77,50.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Laptop Apple Paling Laku Tiba-Tiba Hilang, Naik Harga Gila-gilaan


Most Popular
Features