Pendiri Kopi Kenangan Borong Saham Karyawan, Ungkap Laba Perusahaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut. Langkah ini dilakukan bersama-sama dengan para pemegang saham lama seperti Tybourne Capital Management dan Horizons Ventures, menegaskan kepercayaan pendiri terhadap pertumbuhan bisnis yang terus meningkat pesat.
Peningkatan kepemilikan Edward di Kopi Kenangan, antara lain, dilakukan lewat pembelian saham milik karyawan dan pemegang saham awal di perusahaan.
"Sebagian dari tim telah bergabung sejak kami membuka 8 toko di Jakarta. Mereka memberikan kami kesempatan sebelum yang lain. Mereka berhak untuk mengubah hak mereka menjadi likuiditas yang nyata. Ini sangat berarti bagi saya," katanya di akun LinkedInnya. "Di perusahaan tertutup, momen ini bisa sangat lama baru terjadi. Bagi saya, mereka tidak harus menunggu IPO atau exit untuk meraih keuntungan dari apa yang mereka bantu bangun."
Edward menyatakan keputusannya menambah kepemilikan di Kopi Kenangan menggunakan modal sendiri menunjukkan keyakinannya kepada perusahaan makin kuat.
"Saya telah menghabiskan 9 tahun membangun bisnis ini, dan saya tidak pernah lebih yakin padanya dibandingkan hari ini," ujar Edward dalam pernyataan yang diterima oleh CNBC Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Dia menyatakan Kopi Kenangan terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan dalam 3 tahun terakhir yang kemudian mempertebal margin dan laba perusahaan.
"Ketika Anda melihat hal itu terjadi setiap hari, keputusan untuk menambah saham sendiri bukan hal yang sulit. Saya menaruh lebih banyak modal pribadi ke perusahaan ini karena saya yakin babak selanjutnya akan jauh lebih bernilai daripada yang sekarang."
Kopi Kenangan saat ini mengelola lebih dari 1.500 gerai yang tersebar di tujuh negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, India, Australia, dan Taiwan. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2017 ini kini menjadi jaringan kedai kopi ambil bawa terbesar di Asia Tenggara.
Pada paruh pertama tahun 2026, pendapatan naik 62% dibanding periode yang sama tahun lalu. EBITDA naik 86% pada kuartal kedua, sekitar 1,5 kali dari pertumbuhan penjualan. Margin keuntungan ikut melebar sebesar 3,4 poin persentase, dan perusahaan tetap mempertahankan margin dua digit sambil terus membuka gerai baru.
Para pemegang saham existing seperti Alpha JWC Ventures, Tybourne Capital Management, dan Horizons Ventures juga ikut menambah investasi mereka dalam putaran pendanaan ini. Permintaan dari investor lembaga lain pun disebutkan sangat tinggi, sehingga perusahaan masih memproses partisipasi tambahan yang akan diumumkan secara bertahap.
Sepanjang tahun 2026, Kopi Kenangan telah membuka 221 gerai baru, di mana 118 di antaranya dibuka pada kuartal kedua. Perusahaan juga mulai meluas ke produk kemasan siap minum yang kini tersedia di ribuan titik penjualan di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Pada Juli, Wall Street Journal melaporkan rencana Kopi Kenangan mencatatkan sahamnya di bursa. Kopi Kenangan disebut telah mengadakan pembicaraan dengan bank-bank untuk menjajaki potensi pencatatan saham yang dapat bernilai hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun. Hal ini diungkapkan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada The Wall Street Journal.
Sumber itu mengatakan rencana Kopi Kenangan untuk penawaran umum perdana (IPO) masih dalam tahap awal, dan waktu serta ukurannya belum ditentukan. Menurut mereka, Singapura adalah salah satu tempat yang dipertimbangkan perusahaan untuk pencatatan saham.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]