Prabowo Bilang Penghasilan Ojol Naik 3 Kali Lipat Berkat Pemerintah

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
14 August 2026 11:11
Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar youtube Setpres RI)
Foto: (Tangkapan layar youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyatakan penghasilan ojek online (ojol) naik 2 hingga 3 kali lipat setelah penetapan sistem bagi hasil baru antara aplikasi dan driver ojol.

Pernyataan soal kenaikan penghasilan ojol yang bermitra dengan Grab, Gojek, dan aplikasi lainnya dibeberkan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR pada Jumat (14/8/2026).

"Saudara-saudara kekuatan ekonomi saya sebut ada di UMKM. Kita juga telah atur pembagian hasil yang lebih adil bagi para pengemudi ojol dan aplikator. Tadinya pengemudi ojol hanya 85% dari upaya kerja mereka, karena aplikator minta 20%. Tapi dengan rekomendasi pemerintah, saya enggak mau sebut intervensi, tapi rekomendasi tapi sebetulnya agak internvensi juga," katanya.

Presiden mengklaim perubahan sistem bagi hasil tersebut langsung berdampak signifikan terhadap penghasilan para pengemudi ojol.

"Para pengemudi sekarang dapat 92 persen dari jerih payah mereka dan banyak pengemudi laporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang naik 2 kali ada yang bahkan katakan naik 3 kali," kata Prabowo.

Prabowo mengumumkan perubahan sistem bagi hasil antara aplikasi dan ojol pada momen perayaan hari buruh pada 1 Mei 2026. Ojol sebelumnya berhak menerima minimal 20 persen dari biaya tarif transportasi online yang dibayarkan oleh pengguna. Presiden memerintahkan agar komisi minimal ojol dinaikkan menjadi 92 persen.

Perubahan sistem bagi hasil mulai berlaku pada 1 Juli 2026 atau telah berjalan kurang lebih 1,5 bulan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Menteri-Menteri Kumpul Bareng Gojek-Grab Bahas Nasib Driver Ojol


Most Popular
Features