Produknya Laku Keras di TikTok, Pemilik Toko Online Bagikan Rahasianya

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 18:45 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha memiliki beberapa opsi untuk barangnya bisa ditemukan oleh pengguna. Misalnya di TikTok Shop, bisa melalui keranjang kuning yang disematkan di konten sebuah akun atau melalui Live Streaming.

Pemilik usaha Apelicious, Lisa Amalia mengatakan salah satunya berasal dari keranjang kuning. Artinya kebanyakan pembeli langsung check-out setelah melihat videonya.

"Kalau dari kami itu sekitar 40% itu sales datang dari video keranjang kuning kayak gitu kan. Nah, jadi dari segi apa, kebiasaan-nya yang bergerak terus ya, kalau di kami sih kebiasaan-nya dia tetap seperti itu, mereka suka melihat video dan langsung checkout dari situ, entah itu dari video kita atau dari video kreator-kreator lain yang me review produk kita," kata Lisa dalam Perayaan Kolaborasi Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, di Jakarta, Kamis (13/8/2026).


Selain dari keranjang kuning, dia menambahkan pembelian produknya melalui live streaming.

Serupa, Group Brand Manager Facetology, Satrio Arief juga mengatakan produknya dibeli melampaui keranjang kuning. Da juga menjelaskan untuk bisa ditemukan pembeli, pihaknya menggunakan kata kunci yang menarik dan konten relevan.

"Kemudian konten yang relevan juga, sama yang paling penting adalah tap in ke hal-hal yang trending gitu. Itu yang menurut kami tetap relevan," dia menuturkan.

Selain itu, juga strategi agar calon pembeli mau bertahan menonton Live Streaming. Biasanya pengguna e-Commerce tinggal tayangan langsung itu memilih dengan scrolling layar.

Untuk membuat pembeli mau melihat tayangannya, usaha produk kecantikan itu juga menghadirkan hal-hal yang relevan dan menarik dalam live streaming-nya. Misalnya pada peluncuran produk dan hari belanja tanggal kembar menghadirkan live streaming dengan tema tertentu.

"Biasanya orang-orang kalau lagi scrolling itu retensi-nya tuh cuma kayak 0 sampai 3 detik aja. Jadi begitu ada live streaming yang menarik mereka akan berhenti begitu. Itu adalah cara kami untuk tetap relevan," ucap Satrio.

Satrio juga menjelaskan berupaya untuk produknya bisa muncul secara berbeda dari merek lain. Misalnya menghadirkan informasi terkait tanpa harus menyinggu merek lain.

"Itu yang selalu kita edukasikan begitu. Menjadi nyata nomor satu, nomor dua menjadi relevan, nomor tiga selalu tap in dengan tren-tren terbaru," kata dia.

Lisa juga mengatakan pihaknya melakukan edukasi soal produknya agar calon pembeli lebih tahu dan percaya. Mulai dari proses produksi, bahan baku dan pihak yang terlibat.

Membangun pengetahuan ini disebut Lisa berkontribusi besar agar produknya diketahui lebih banyak orang.

"Kita pernah waktu kita launching keripik buah naga, itu kita bisa sampai dapat 52 apa 53 juta viewer. Nah jadi meskipun kita berada di Malang, seluruh Indonesia tahu dong kayak gitu, bahkan mungkin bisa jadi di luar Indonesia juga tahu ya," jelas Lisa.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Intip Cara AI Bantu Bisnis Genjot Penjualan di e-Commerce