Penampakan Bulan Ditabrak Roket 4 Ton Elon Musk Sampai Bolong-Bolong

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 07/08/2026 17:45 WIB
Foto: Danuri merekam momen saat tingkat atas roket SpaceX Falcon 9 menghantam permukaan Bulan pada tanggal 5 Agustus pukul 15.34 waktu Korea. (X/@kari2030)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bukti visual benturan sisa roket milik SpaceX ke permukaan Bulan akhirnya terlihat. Wahana pengorbit milik Korea Selatan bernama Danuri berhasil merekam perubahan medan yang baru saja terbentuk akibat hantamannya.

Roket yang menghantam adalah bagian atas dari booster Falcon 9 yang beratnya mencapai 4.000 kilogram atau 4 ton. Bagian ini melayang tak menentu sejak diluncurkan Januari 2025, setelah kehabisan bahan bakar saat mengantar wahana pendarat Bulan. Akibat tarikan gravitasi dan aktivitas matahari, ia akhirnya menabrak sisi barat Bulan dekat Kawah Einstein pada Rabu (5/8/2026) pukul 13.34 WIB dengan kecepatan mendekati 8.700 kilometer per jam.

Dikutip dari laporan resmi Lembaga Antariksa Korea (KARI) dan portal Space.com, Jumat (7/8/2026), keberhasilan pengambilan gambar ini sangat istimewa karena Danuri sudah mulai memantau lokasi sekitar 30 menit sebelum benturan terjadi. Danuri melintas kembali sebanyak tujuh kali setelah peristiwa itu berlangsung. Total ada delapan sesi pemotretan yang dilakukan hingga Kamis pagi.


Perbandingan gambar menunjukkan bekas benturan berupa noda gelap yang menyebar dari titik hantaman, berbeda dengan kondisi permukaan Bulan yang mulus pada rekaman lama. Kawah baru yang terbentuk diperkirakan selebar 20 hingga 27 meter.

"Danuri berhasil merekam kondisi sebelum dan sesudah kejadian, sehingga kita bisa menganalisis perubahan yang murni disebabkan benturan roket saja dan mendapatkan data penelitian yang sangat berharga," tulis KARI dalam unggahan akun resminya.

Data ini nantinya akan digabungkan dengan pengamatan Wahana Pengorbit Observasi Bulan milik NASA untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana benturan benda buatan manusia memengaruhi permukaan Bulan.

Selain gambar, jejak benturan juga terdeteksi teleskop raksasa di Cile yang menangkap gas natrium dan litium yang terlempar ke angkasa selama 10 menit setelah hantaman.

Ini adalah peristiwa kedua kalinya puing wahana antariksa tak sengaja menghantam Bulan, setelah kejadian serupa oleh sisa roket milik China pada tahun 2022. Temuan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sisa peralatan antariksa seiring makin padatnya aktivitas manusia menuju luar angkasa.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Fintech Lending Atasi Gap Kredit UMKM Sebesar Rp2.400 T