Parah! Microsoft Mau PHK Hampir 5000 Karyawan, Ada Apa?

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 18:45 WIB
Foto: Microsoft. (REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi Microsoft mengumumkan langkah pemangkasan tenaga kerja (PHK) besar-besaran pada Senin (6/7/2026) waktu AS. Perusahaan berencana memecat 4.800 orang atau setara 2,1% dari total karyawannya, sebagai bagian dari upaya penghematan biaya di tengah transformasi besar menuju era kecerdasan buatan (AI).

Divisi paling terdampak adalah unit bisnis video game Xbox, yang harus merestrukturisasi secara mendalam hingga memangkas sekitar 20% jumlah stafnya. Totalnya, Xbox akan melepas 3.200 karyawan secara bertahap. Sebanyak 1.600 orang adalah bagian dari gelombang PHK 4.800 orang, sedangkan 1.600 sisanya akan diberhentikan secara bertahap sepanjang tahun fiskal 2027.

Dalam pesan resmi kepada seluruh karyawan, Kepala Sumber Daya Manusia Microsoft, Amy Coleman, menyatakan transformasi teknologi kini berkembang sangat cepat. Sementara itu, Kepala Eksekutif Xbox Asha Sharma menjelaskan bahwa restrukturisasi ini harus dilakukan karena tidak mungkin menyelesaikan semua perubahan dalam satu waktu.


"Kami akan kembali ke jalur pertumbuhan pada tahun 2027," tulis Sharma.

Tekanan keuangan menjadi alasan utama. Meskipun pendapatan layanan cloud dan LinkedIn terus tumbuh dalam beberapa kuartal terakhir, Microsoft menghadapi penurunan kinerja di segmen lain yaitu lisensi sistem operasi Windows, perangkat Surface, dan yang paling terasa adalah divisi Xbox yang pendapatannya terus menyusut.

Selain itu, saham Microsoft menjadi yang paling lemah di antara perusahaan teknologi kapitalisasi besar sepanjang tahun 2026 ini. Harganya turun sekitar 19% hingga penutupan perdagangan Jumat lalu. Investor khawatir model AI generatif baru bisa menggantikan banyak perangkat lunak lama, sementara produk dan layanan AI milik

Reaksi pasar cukup terasa meski tidak ekstrem. Pada sesi perdagangan Senin, harga saham Microsoft melemah sekitar 1%, sementara indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi justru naik sekitar 1% di hari yang sama.

Ini bukan kali pertama Microsoft melakukan efisiensi. Tahun lalu saja perusahaan sudah memangkas sekitar 9.000 posisi kerja. Gelombang kali ini menunjukkan bahwa perubahan strategi besar sedang berlangsung: fokus digeser menuju bisnis yang lebih menguntungkan dan selaras dengan tren AI, sementara lini usaha yang melambat pertumbuhannya harus disesuaikan ukurannya.

Bagi Xbox, pemangkasan ini sekaligus menjadi langkah pemulihan. Setelah investasi besar selama bertahun-tahun tetapi hasil penjualan dan laba belum sesuai harapan, divisi ini kini berusaha merampingkan operasi agar bisa kembali kompetitif dan menghasilkan keuntungan di masa depan.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data