PHK Makin Semena-mena, Perusahaan Ogah Rekrut Karyawan Baru

Redaksi,  CNBC Indonesia
19 May 2026 19:00
Ini Profesi yang paling banyak Kena PHK di Indonesia
Foto: Infografis/ PHK/ Edward Ricardo Sianturi

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terus berlanjut di industri teknologi. Meta Platforma yang merupakan raksasa media sosial bisa dibilang paling rajin mengumumkan rencana PHK, meski gencar menggelontorkan investasi jumbo untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI).

Pada akhir 2022, Meta mengumumkan PHK massal yang berdampak pada 11.000 karyawan. Angka itu kemudian diperluas menjadi 21.000 karyawan. CEO Mark Zuckerberg berdalih PHK disebabkan perekrutan karyawan baru yang berlebihan saat pandemi Covid-19.

"Saya mengambil langkah yang salah, saya bertanggung jawab penuh atas itu," kata Zuckerberg dalam pesan kepada karyawan pada November 2022, saat saham perusahaan terjun bebas.

Pada awal 2023, Zuckerberg menyebut PHK adalah langkah penting sebagai bagian dari inisiatif 'tahun efisiensi' Meta. Selang 3 tahun setelahnya, ternyata badai PHK di Meta belum surut.

Perusahaan kembali mengumumkan gelombang PHK massal yang akan dimulai pekan ini. Mulai Rabu (20/5) besok, Meta akan mengurangi 10% tenaga kerjanya atau sekitar 8.000 karyawan.

Bukan cuma PHK, Meta juga membatalkan rencana untuk mengisi 6.000 posisi yang kosong di perusahaan, menurut memo tentang PHK yang dirilis pada April 2026.

PHK terbaru ini menyusul pengurangan 1.000 karyawan pada Januari 2026 di unit bisnis Reality Labs. Pada Maret lalu, ada ratusan pekerja yang juga kena PHK, bersamaan dengan keputusan perusahaan memangkas vendor pihak ketiga dan kontraktor yang ditugaskan untuk memoderasi konten.

Kendati PHK gencar dilakukan, Meta malah mengencangkan investasi di sektor AI. Sepanjang 2026, perusahaan meningkatkan belanja modal sebesar US$10 miliar, mencapai angka tertinggi di US$145 miliar, dikutip dari CNBC International, Selasa (19/5/2026).

Pengumuman PHK dilakukan sepekan sebelum perilisan peningkatan belanja modal. Meta mengatakan pengurangan karyawan adalah bagian dari upaya untuk terus menjalankan perusahaan dengan lebih efisien, sehingga memiliki ruang untuk investasi masa depan.

Kali ini, tak ada permintaan maaf dari Zuckerberg. Meta menolak berkomentar atas laporan yang dibuat CNBC International.

Karyawan Digantikan Mesin

Chief Strategy Officer di firma pencarian eksekutif Kingsley Gate, Umesh Ramakrishnan, mengatakan tren AI yang menggantikan karyawan menjadi tekanan bagi para pekerja saat ini. Namun, hal ini disambut baik oleh para investor.

"Sangat mudah mengatakan ke orang, 'saya membuat kesalahan dengan merekrut terlalu banyak orang'," kata Ramakrishnan.

"Saat ini dunia memahami bahwa banyak pekerjaan yang digantikan mesin. Jika tidak melakukannya, pemegang saham tak senang," ia menambahkan.

Cisco adalah raksasa teknologi terbaru yang membuat pengumuman seperti itu. Perusahaan memberi tahu investor bersamaan dengan pendapatan kuartalan pada pekan lalu bahwa mereka akan mengurangi sekitar 4.000 pekerjaan.

"Perusahaan yang akan menjadi pemenang di era AI adalah perusahaan yang fokus, memiliki urgensi, dan disiplin untuk terus mengalihkan investasi ke area di mana permintaan dan penciptaan nilai jangka panjang paling kuat," tulis CEO Cisco, Chuck Robbins, dalam sebuah unggahan blog berjudul "Jalan Kita ke Depan."

Saham Cisco melonjak lebih dari 13% pada Kamis (14/5) pekan lalu, mencatatkan peningkatan terbaik sejak 2011. Peningkatan itu terjadi, selain dari pengumuman PHK, juga karena perusahaan melaporkan kinerja yang lebih baik dibandingkan estimasi. Selain itu, perusahaan juga menggenjot panduan pengembangan infrastruktur AI.

Di lain sisi, Wall Street masih belum yakin dengan prospek Meta, tetapi itu sebagian besar karena strategi AI perusahaan masih belum terarah dan sebagian besar masih belum pasti. Sahamnya turun sekitar 7% sepanjang tahun ini dan hampir 5% selama 12 bulan terakhir. Kinerjanya lebih buruk dibandingkan semua perusahaan raksasa lainnya selain Microsoft.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Belajar dari China, Perusahaan Dilarang Keras PHK Gara-gara Ini


Most Popular
Features