Setelah Pecat 8.000 Karyawan, Miliarder Mengaku Dosa

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
04 June 2026 07:05
Meta CEO Mark Zuckerberg wears the Meta Ray-Ban Display glasses, as he delivers a speech presenting the new line of smart glasses, during the Meta Connect event at the company's headquarters in Menlo Park, California, U.S., September 17, 2025. REUTER
Foto: REUTERS/Carlos Barria

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, buka suara mengenai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa sekitar 8.000 karyawan.

Pengakuan itu disampaikan langsung kepada puluhan ribu pegawai Meta yang masih bertahan di tengah restrukturisasi besar-besaran perusahaan.

Dalam memo internal yang dikirim ke sekitar 78.000 karyawan pada Rabu (20/5/2026) pagi waktu setempat, Zuckerberg tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada para pekerja yang terdampak PHK, tetapi juga memberikan dua janji penting kepada karyawan yang masih bekerja.

Pertama, Meta tidak berencana melakukan PHK massal lagi pada tahun ini. Kedua, ia mengakui bahwa perusahaan gagal menangani proses yang jelas selama proses restrukturisasi berlangsung.

"Meta tidak memperkirakan akan ada PHK massal lainnya tahun ini," tulis Zuckerberg dalam memo tersebut, dikutip dari The Times of India, Rabu (3/6/2026).

Pernyataan itu menjadi sinyal ketenangan pertama bagi ribuan karyawan yang selama beberapa bulan terakhir hidup dalam ketidakpastian mengenai masa depan pekerjaan mereka.

PHK yang diumumkan Meta mencakup sekitar 10% dari total tenaga kerja perusahaan. Pemberitahuan PHK dilakukan dalam tiga gelombang pada 20 Mei, dimulai dari Asia, kemudian Eropa, dan terakhir Amerika.

Bagi karyawan di Amerika Serikat, Meta menawarkan pesangon selama 16 minggu ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun masa kerja. Mereka juga mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program COBRA selama 18 bulan.

Selain PHK, sekitar 7.000 karyawan dipindahkan ke proyek-proyek baru yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, sekitar 6.000 posisi yang sebelumnya dibuka untuk perekrutan dibatalkan.

Dalam memo tersebut, Zuckerberg juga mengakui bahwa perusahaan tidak cukup transparan dalam menyampaikan informasi kepada karyawan.

Ia menyebut Meta seharusnya bisa berkomunikasi lebih baik selama masa-masa ketidakpastian yang berlangsung selama beberapa minggu sebelum PHK diumumkan.

Bagi banyak karyawan yang menghabiskan hampir satu bulan tanpa kepastian apakah posisi mereka masih aman atau tidak, pengakuan tersebut dianggap penting meskipun datang terlambat.

Di balik PHK besar-besaran tersebut, Meta diketahui tengah menggelontorkan investasi jumbo untuk pengembangan AI. Perusahaan berencana menghabiskan belanja modal (capital expenditure) antara US$125 miliar hingga US$145 miliar sepanjang tahun ini, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan pusat data, pengembangan chip khusus AI, serta pelatihan model kecerdasan buatan yang dijalankan melalui Meta Superintelligence Labs.

Menutup memo internalnya, Zuckerberg kembali menegaskan pentingnya AI bagi masa depan perusahaan.

"Kesuksesan bukanlah sesuatu yang pasti. AI adalah teknologi paling penting dalam hidup kita," tulisnya.

Namun bagi sekitar 70.000 karyawan yang masih bertahan di Meta, pertanyaan terbesar saat ini bukanlah mengenai masa depan AI, melainkan apakah stabilitas yang dijanjikan Zuckerberg benar-benar akan bertahan lebih lama dibandingkan ketidakpastian yang mereka alami selama beberapa bulan terakhir.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemilik Instagram-WhatsApp PHK 8.000 Karyawan Pakai Email Jam 4 Subuh


Most Popular
Features