Perintah Trump, Amerika Harus Cepat Bergerak Sebelum Terlambat

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 08/06/2026 13:40 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat tiba untuk menyampaikan pidato di Rockland Community College di Suffern, New York, AS, 22 Mei 2026. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) akan mempercepat integrasi AI ke dalam memperkuat perlindungan keamanan nasional. Upaya ini termasuk dalam perintah presiden Donald Trump dan sebagai cara agar negara itu tidak terlambat dan tertinggal dari saingannya.

Pemerintahan Trump akan meminta pengembang AI terkemuka untuk menyerahkan model mereka secara sukarela. Model itu akan digunakan dalam pengujian keamanan siber pemerintah sebelum akhirnya dirilis ke publik.


"Di bawah pemerintahan saya, AS bisa dan akan secara bertanggung jawab mempercepat penggunaan AI di seluruh domain intelijen dan peperangan sesuai dengan nilai-nilai Amerika," kata Trump dalam memorandum keamanan nasional, dikutip dari Reuters, Senin (8/6/2026).

Trump juga memberikan tengah waktu 90 hari bagi Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk memperbarui arahan mengenai otonomi sitem senjata. Arahan itu bertujuan untuk memastikan adopsi sistem AI dapat menghormati rantai komando.

Selain itu, AI dipastikan tidak akan dikembangkan dan digunakan oleh lembaga keamanan nasional untuk melakukan penyensoran kebebasan berbicara. Termasuk melakukan pengawasan yang tidak sah dan melanggar hukum.

Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios menjelaskan memorandum akan mempercepat adopsi AI pada sejumlah vendor serta mencegah adanya kegagalan dan memperbarui panduan departemen pertahanan.

"Dan memastikan tidak ada entitas apapun yang bisa menonaktifkan atau menurunkan kualits sistem AI yang diandalkan prajurit tanpa persetujuan sebelumnya," dia menjelaskan.

Perintah Trump ini muncul usai polemik antara perusahaan AI Anthropic dan Pentagon. Pemerintah AS telah menyebut Anthropic sebagai risiko rantai pasokan resmi karena menolak mundur dari larangan penggunaan AI Claude untuk senjata otonom dan pengawasan massal AS.

Menurut Pentagon, otoritas dapat menggunakan teknologi sesuai kebutuhan asalkan tetap mematuhi hukum negara tersebut.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kekuatan Infrastruktur Data Dorong Ekonomi Digital Era AI